Penghapusan target net zero yang dicanangkan pemerintah Partai Buruh Inggris diprediksi mampu menghemat pengeluaran rumah tangga tipikal sebesar 540 poundsterling setiap tahunnya menurut klaim Kemi Badenoch. Berdasarkan studi terbaru yang didukung oleh pimpinan Tory tersebut, pembatalan pembangunan ladang angin di Skotlandia serta sistem transmisi terkait akan menghemat anggaran sebesar 320 miliar poundsterling pada rentang tahun 2030 hingga 2050.
Laporan yang dipublikasikan oleh lembaga pemikir Onward pada Rabu tersebut menyarankan agar Inggris memfokuskan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dan nuklir baru di wilayah Inggris di mana tingkat permintaan energi berada pada posisi tertinggi. Mantan menteri energi Ed Miliband sebelumnya menjadikan tenaga angin sebagai pilar utama dalam ambisinya mewujudkan sistem kelistrikan terdekarbonisasi 95 persen pada tahun 2030.
Kemi Badenoch menilai bahwa target net zero saat ini justru mendongkrak biaya energi, melemahkan basis industri domestik, serta meningkatkan ketergantungan negara terhadap impor energi dari luar negeri. Strategi alternatif yang diusung partainya mencakup pemanfaatan sumber minyak dan gas bumi di Laut Utara serta penghapusan komponen biaya yang tidak perlu dari tagihan energi masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePernyataan tersebut langsung menuai kritik tajam dari Menteri Energi Inggris Miatta Fahnbulleh yang menyebutkan bahwa rencana Badenoch justru akan menjebak Inggris dalam ketidakstabilan harga bahan bakar fosil. Di sisi lain, studi dari Onward yang disusun oleh konsultan industri Transira Energy membandingkan rencana net zero eksisting dengan skalur alternatif dekarbonisasi 80 persen yang berfokus pada efisiensi biaya.
Debat Pemanfaatan Energi Gas dan Nuklir di Inggris
Penulis laporan Ed Hezlet menjelaskan bahwa perubahan jalur kebijakan ini akan mengurangi ekspansi ladang angin dan memperkuat armada 50 pembangkit listrik tenaga gas yang sudah ada di Inggris melalui pembangunan fasilitas baru di wilayah selatan. Kapasitas pembangkit listrik tenaga gas di Inggris yang saat ini berada di angka 35 gigawatt direkomendasikan untuk ditingkatkan hingga mencapai 45 gigawatt guna memenuhi kebutuhan energi nasional.
Namun, wacana untuk memperluas ketergantungan terhadap energi gas ini menuai kontroversi besar serta penolakan dari berbagai kelompok pemerhati lingkungan yang gencar berkampanye menentang penggunaan bahan bakar fosil. Onward berargumen bahwa langkah ini mampu mengatasi biaya terbesar dari proses dekarbonisasi yaitu ekspansi jaringan transmisi masif senilai 137 miliar poundsterling yang dibutuhkan untuk menghubungkan ladang angin utara ke perkotaan.
Menteri Energi bayangan Claire Coutinho menyatakan bahwa riset tersebut merupakan kalkulasi biaya sistem kelistrikan paling mendetail yang pernah dilakukan untuk membuktikan beban biaya riil dari energi terbarukan. Sebaliknya, kelompok kebijakan lain seperti Energy UK dan Renewable UK menegaskan bahwa teknologi energi terbarukan, nuklir, dan penyimpanan tetap menjadi jalur terbaik serta termurah bagi sistem energi masa depan.
Direktur Kebijakan Renewable UK Ana Musat mengingatkan bahwa Inggris akan kehilangan kapasitas pembangkit sebesar 15 gigawatt dari armada nuklir serta gas yang menua menjelang tahun 2030 sehingga pembangunan infrastruktur baru tetap krusial. Terlepas dari teknologi pembangkit yang dipilih, penguatan kapasitas jaringan energi secara keseluruhan dinilai sangat vital untuk menjaga keamanan pasokan energi nasional di masa mendatang.