Persentase kemiskinan di Jawa Barat menurun menjadi 6,54 persen pada periode Maret 2026. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di wilayah tersebut berkurang sebanyak 114,23 ribu jiwa jika dibandingkan catatan September 2025.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, penurunan angka kemiskinan ini tidak serta-merta mencerminkan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah. Indikator ketimpangan pengeluaran justru menunjukkan tren peningkatan yang patut mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati menjelaskan bahwa kualitas kemiskinan secara umum menunjukkan perbaikan dari sisi kedalaman maupun keparahan. Meskipun demikian, kenaikan Gini Ratio menjadi sinyal bahwa disparitas ekonomi masih menjadi tantangan tersendiri.
"Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, indikator kemiskinan di Jawa Barat secara umum membaik dibandingkan September 2025. Namun indikator ketimpangan mengalami kenaikan sehingga tetap perlu menjadi perhatian," ujarnya.
Lebih lanjut, penurunan jumlah penduduk miskin ternyata belum merata antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Wilayah perkotaan mencatat penurunan signifikan, sementara jumlah penduduk miskin di perdesaan justru mengalami peningkatan.