Krisis finansial dan prestasi yang mendera klub tradisional Brasil, Ponte Preta, semakin berada di titik nadir setelah menelan kekalahan memalukan dan menghadapi ancaman mogok dari para pemainnya sendiri.
Sebagaimana diwartakan oleh media Todo Dia, Macaca harus rela dibantai dengan skor telak 6-0 tanpa balas saat bertandang ke markas Vila Nova di Goiânia dalam lanjutan kompetisi Brasileirão Série B.
Di atas lapangan, skuad asal Campinas tersebut sama sekali tidak berkutik. Pertandingan baru berjalan 13 menit, gawang Ponte Preta sudah kebobolan dua gol melalui aksi Janderson dan André Luís, yang kemudian diperbesar oleh Marquinhos Gabriel sebelum babak pertama usai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMemasuki paruh kedua, dominasi tuan rumah semakin tak terbendung dengan tambahan gol dari Dudu, Everton Galdino, dan Willian Formiga yang menutup pesta gol Vila Nova menjadi enam gol tanpa balas.
Kekalahan tersebut semakin membenamkan Ponte Preta di dasar klasemen sementara sebagai juru kunci dengan koleksi 10 poin, serta memperpanjang tren negatif tanpa kemenangan menjadi 17 pertandingan beruntun.
Situasi klub semakin runyam di luar lapangan karena para pemain secara terbuka melayangkan ancaman serius untuk memboikot pertandingan jika manajemen tidak segera menyelesaikan kewajiban finansial mereka.
Mengutip pernyataan resmi dari para pemain dalam nota protes mereka, "Para pemain dan staf sudah sekitar enam bulan tidak menerima gaji dan berada dalam situasi yang tidak bisa lagi diabaikan, sehingga kami memberikan batas waktu hingga 25 Agustus untuk penyelesaian sebelum mengambil langkah hukum menghentikan aktivitas sepak bola."
Di tengah kemelut tersebut, secercah harapan muncul bagi masa depan klub karena Dewan Deliberatif Ponte Preta dijadwalkan akan melakukan voting terkait pembentukan SAF atau Sociedade Anônima do Futebol, menyusul proposal investasi senilai Rp1 miliar yang diajukan oleh kelompok investor.