Penjualan kendaraan listrik Tesla diprediksi mampu meningkat hingga dua kali lipat seandainya perusahaan tidak berada di bawah kepemimpinan Elon Musk. Investor kawakan sekaligus pendiri Gerber Kawasaki, Ross Gerber, secara terbuka mengkritik arah kebijakan strategis produsen mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut.
Dalam wawancara eksklusif bersama Benzinga, Gerber menyoroti kegagalan target produksi dan keterlambatan realisasi layanan robotaxi yang sebelumnya dijanjikan oleh sang CEO. Dirinya menilai klaim-klaim terkait teknologi otonom tersebut terlalu ambisius dan mengecewakan setelah diuji selama lebih dari lima tahun di jalan raya.
Fokus perusahaan yang bergeser dari lini kendaraan konvensional menuju kecerdasan buatan dan robot humanoid dianggap sebagai langkah yang keliru oleh sang investor. Gerber berpendapat bahwa publik mulai menjaga jarak akibat kontroversi pribadi Musk, sehingga penjualan mobil mengalami stagnasi di angka dua juta unit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePotensi penggabungan usaha antara Tesla dan SpaceX turut menjadi sorotan tajam karena dinilai berisiko merugikan para pemegang saham dari kedua belah pihak. Perbedaan valuasi pasar yang signifikan dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik kepentingan serta gugatan hukum di masa mendatang.
Tantangan Teknologi Otonom dan Prospek Bisnis Energi Tesla
Sistem pengemudian mandiri atau Full Self Driving milik Tesla masih menghadapi kendala besar saat harus melewati zona konstruksi jalanan perkotaan. Berdasarkan pengalaman pribadinya di kawasan Palisades, kendaraan sering kali kebingungan ketika menghadapi situasi lalu lintas kompleks yang memerlukan interaksi manual.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, lini bisnis penyimpanan energi dan kendaraan listrik murni tetap memiliki potensi pertumbuhan yang sangat kuat. Peningkatan harga minyak global serta kebutuhan transisi energi hijau semestinya menjadi momentum bagi Tesla untuk memperkuat fokus pada produk inti kendaraan ramah lingkungan.
Gerber menyarankan agar manajemen kembali mengaktifkan strategi pemasaran konvensional serta memperkenalkan model kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau oleh publik. Kehadiran varian mobil murah seharga 25.000 USD diyakini mampu mendongkrak kembali volume penjualan di pasar global secara signifikan.
Pihaknya mengingatkan para investor agar lebih waspada terhadap berbagai proyek ambisius Elon Musk yang berjalan secara bersamaan tanpa hasil yang optimal. Evaluasi mendalam terhadap struktur modal dan tata kelola perusahaan dinilai mendesak demi melindungi kepentingan pemegang saham jangka panjang.