Pemprov Sumbar dorong Kota Padang bertransformasi menjadi kota gastronomi internasional dengan memaksimalkan potensi kuliner lokal sebagai motor penggerak ekonomi, pariwisata, dan pelestarian budaya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melalui Staf Ahli Jasman Datuak Bandaro Bendang menyampaikan bahwa popularitas masakan Padang di kancah global adalah modal utama yang harus dibarengi peningkatan mutu dan keamanan pangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Membangun Kota Padang sebagai kota gastronomi bukan hanya mempromosikan makanan, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan budaya, pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi kreatif," ujar Mahyeldi dalam acara Padang Bajamba: Taste of Padang Experience 2026 di Gedung Bagindo Aziz Chan, Jumat, 7 Agustus 2026.
Mahyeldi menekankan bahwa pengakuan internasional dari UNESCO harus berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, mulai dari naiknya kelas UMKM, pelestarian pengetahuan tradisional, hingga pemanfaatan bahan pangan lokal.
Tradisi Padang Bajamba Perkuat Filosofi Kebersamaan
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan tradisi Padang Bajamba sarat nilai filosofis persaudaraan, kesetaraan, gotong royong, musyawarah, serta rasa syukur tanpa memandang status sosial.
"Di hadapan hidangan tersaji, kita semua duduk bersama tanpa ada sekat jabatan maupun status sosial, hanya rasa saling menghormati dan mempererat silaturahmi," ungkap Fadly.
Filosofi duduk sama rendah dan tegak sama tinggi menjadi landasan penting dalam memajukan Kota Padang agar pembangunan fisik sejalan dengan penguatan akar budaya dan persatuan masyarakat.
Berbagai hidangan tradisional seperti rendang, gulai, hingga lamang sarikayo dipersiapkan secara matang untuk diperkenalkan kepada dunia sebagai bagian dari kekayaan sejarah dan kearifan lokal Minangkabau.