Megamerger AstraZeneca dan Bristol Myers Squibb berpotensi menekan anggaran riset dan pengembangan farmasi demi mengejar efisiensi biaya operasional.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Axios, rencana penggabungan dua raksasa farmasi global untuk menciptakan raksasa senilai 400 miliar dolar AS ini memicu kekhawatiran luas di kalangan pelaku industri karena dapat menghentikan proyek penelitian yang tumpang tindih.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis tim redaksi, langkah konsolidasi berskala besar semacam ini justru berisiko melemahkan ekosistem bioteknologi kecil yang selama ini menjadi ujung tombak penemuan obat-obatan baru di tingkat global.
Sementara itu, saham AstraZeneca sempat dilaporkan mengalami penurunan tajam menyusul reaksi skeptis dari para analis Wall Street yang meragukan efektivitas strategis dari mega-akuisisi tersebut.