Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Pakar Ungkap Alasan Asli Pangeran...
EKONOMI

Pakar Ungkap Alasan Asli Pangeran Harry dan Meghan Markle Pulang Kampung

By Bambang Prasetyo 3 min read 21 Agustus 2026
Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan pulang ke Inggris karena krisis ekonomi menurut pakar kerajaan

Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan pulang ke Inggris karena krisis ekonomi menurut pakar kerajaan

Sebagaimana diwartakan oleh media Italia, keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk kembali menetap di Inggris menuai sorotan tajam dari kalangan pengamat kerajaan. Pakar sekaligus biografi kerajaan terkemuka, Robert Jobson, secara terbuka menyebut bahwa langkah kontroversial pasangan bergelar Duke dan Duchess of Sussex tersebut sarat akan motif ekonomi.

Mengutip laporan media, Jobson melontarkan istilah "Regrexit" yang merupakan gabungan dari kata regret atau penyesalan dan exit. Istilah tersebut disematkan untuk menggambarkan situasi terkini pasangan ini setelah menghabiskan waktu selama enam tahun di California, Amerika Serikat, usai memutuskan mundur dari anggota senior keluarga kerajaan pada masa lalu.

Menurut pandangan Jobson, narasi kepulangan yang dibangun oleh kubu Sussex saat ini hanyalah bagian dari strategi pemasaran belaka. Ia meyakini bahwa langkah tersebut sama sekali bukan niat tulus untuk merajut kembali tali silaturahmi dengan keluarga besar Kerajaan Inggris yang telah lama renggang.

"Non si tratta di una coppia che cerca di riavvicinarsi alla famiglia d'origine, come ha fatto trapelare, ma di una coppia in crisi economica che punta a crearsi altri introiti," ungkap Jobson, menyoroti dugaan kuat adanya tekanan finansial di balik keputusan besar kepindahan keluarga kecil tersebut ke wilayah sekitar London.

Lebih lanjut, Jobson menegaskan bahwa sebelum pihak istana memberikan lampu hijau atau karpet merah bagi kepulangan mereka, Pangeran Harry diwajibkan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada sang ayah, yakni Raja Charles III. Permintaan maaf tersebut dinilai penting mengingat berbagai serangan verbal dan tudingan yang dilayangkan Harry melalui buku memoarnya berjudul Spare hingga wawancara eksklusif dengan Oprah Winfrey.

Persoalan lain yang disoroti tajam oleh sang pengamat adalah bagaimana cara Pangeran Harry menginformasikan rencana kepulangan tersebut kepada Raja Charles III. Jobson menilai langkah pendaftaran sekolah anak-anak mereka, Archie dan Lilibet, di Inggris yang membutuhkan proses birokrasi panjang membuktikan bahwa pihak istana seolah hanya ditempatkan pada posisi fait accompli atau diberitahu di detik-detik terakhir.

Selain faktor ekonomi dan komunikasi istana, isu keamanan yang selama bertahun-tahun dipermasalahkan oleh Pangeran Harry turut diungkit kembali. Selama bermukim di Amerika Serikat, Harry sempat melayangkan gugatan hukum terkait pencabutan fasilitas pengawalan polisi resmi, namun kini justru memilih tinggal di kediaman privat dekat London tanpa adanya perubahan status pengamanan resmi dari pemerintah.

Di sisi lain, hubungan antara Pangeran Harry dengan sang kakak sekaligus pewaris takhta, Pangeran William, juga diprediksi akan semakin rumit. Pangeran William disebut-sebut telah bekerja keras membangun stabilitas dan kredibilitas institusi monarki di tengah berbagai gejolak yang ditimbulkan oleh dinamika keluarga Sussex dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan analisis tersebut, Jobson mendesak pihak istana melalui ketentuan yang telah disepakati dalam KTT Sandringham untuk bersikap tegas. Pangeran Harry dan Meghan Markle diminta untuk tetap diposisikan sebagai warga negara swasta murni tanpa keterlibatan peran resmi operasional kerajaan maupun penggunaan fasilitas publik.

Sebagai penutup, sang pengamat menegaskan bahwa pintu gerbang rekonsiliasi tidak akan terbuka begitu saja tanpa adanya pertanggungjawaban moral yang jelas dari pihak Pangeran Harry. Langkah konkrit berupa pengakuan kesalahan dan permohonan maaf terbuka dinilai sebagai harga mati demi menjaga wibawa serta stabilitas lanjutan dari mahkota Kerajaan Inggris.

Topics
pangeran harry meghan markle kerajaan inggris robert jobson raja charles buckingham palace gosip kerajaan
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.