Nilai tukar Dolar AS terhadap Yen atau USD/JPY terpantau kembali menguat ke kisaran level 159 pada hari Senin setelah sempat terkoreksi tajam dari posisi tertingginya di dekat level 164 pada akhir Juli lalu.
Berdasarkan analisis Kabayan News, Goldman Sachs menilai bahwa pelemahan sementara tersebut tidak mengubah arah tren jangka panjang karena faktor fundamental ekonomi masih mendukung penguatan mata uang Paman Sam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBank investasi global tersebut memperkirakan intervensi terbaru otoritas Jepang menelan dana hingga USD 85 miliar dalam kurun waktu dua hari, menjadikannya operasi terbesar sejak tahun 2011.
"Jika suku bunga dibiarkan tetap dan tidak ada perubahan kebijakan lanjutan, tekanan turun pada obligasi pemerintah Jepang serta Yen akan kembali muncul," ungkap catatan ekonom Goldman Sachs.
Lebih lanjut, pihak analis melihat probabilitas kenaikan suku bunga Bank of Japan secara agresif dalam waktu dekat tergolong rendah, terutama jika penguatan Yen sementara mengurangi urgensi kebijakan darurat.
Dengan mempertimbangkan berbagai dinamika tersebut, Goldman Sachs mempertahankan proyeksi USD/JPY di level 162 dalam tiga bulan, 163 dalam enam bulan, dan menargetkan level 165 dalam horizon 12 bulan ke depan.