Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Profil PT Gudang Garam Tbk, Raksasa...
EKONOMI

Profil PT Gudang Garam Tbk, Raksasa Rokok Berawal dari Mimpi

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 7 Agustus 2026
Gedung perkantoran PT Gudang Garam Tbk di Kediri Jawa Timur

Gedung perkantoran PT Gudang Garam Tbk di Kediri Jawa Timur

Profil PT Gudang Garam Tbk merangkum perjalanan salah satu raksasa produsen rokok kretek terbesar di Indonesia yang berpusat di Kediri, Jawa Timur. Berdasarkan catatan sejarah, perusahaan ini memulai langkah awal pada tahun 1956 ketika Tjoa Ing-Hwie atau Surya Wonowidjojo membeli lahan seluas 1.000 meter persegi milik Muradioso di Jalan Semampir II/l, Kediri. Di atas lahan tersebut, Tjoa Ing-Hwie mulai memproduksi rokok kretek kelobot secara mandiri dengan merek pertama bernama Inghwie.

Berdasarkan penelusuran sejarah perusahaan, nama Gudang Garam lahir dari sebuah mimpi sang pendiri yang melihat lima los gudang penyimpanan garam di dekat Stasiun Kediri. Setelah beroperasi selama dua tahun, Tjoa Ing-Hwie resmi mengganti nama perusahaan menjadi Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam pada tanggal 26 Juni 1958 dengan dukungan 50 orang karyawan. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa filosofi logo perusahaan dirancang mendalam, di mana pintu gudang yang terbuka, setengah tertutup, dan tertutup menyimbolkan tekad perusahaan untuk tidak pernah merasa puas berada di puncak kesuksesan.

Perkembangan bisnis berjalan pesat hingga pada tahun 1966 perusahaan ini bertransformasi menjadi produsen sigaret kretek tangan terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 50 juta batang per bulan. Mengutip laporan resmi, badan hukum perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas pada tanggal 30 Juni 1971 sebelum akhirnya resmi melantai di bursa saham pada tanggal 27 Agustus 1990. Kepemilikan saham mayoritas hingga kini tetap dipegang oleh keluarga Wonowidjojo melalui PT Suryaduta Investama, memperkokoh posisi mereka sebagai salah satu pilar industri tembakau nasional.

Analisis awak media mencatat bahwa kekuatan finansial perusahaan terbukti tangguh saat mampu melewati berbagai krisis ekonomi tanpa ketergantungan berarti pada utang luar negeri. Seiring berjalannya waktu, ekspansi bisnis tidak hanya berfokus pada produk tembakau konvensional seperti sigaret kretek tangan dan mesin, melainkan merambah sektor strategis lain. Perusahaan tercatat melakukan diversifikasi usaha mulai dari mendirikan anak usaha di bidang rokok elektrik, pembangunan jalan tol melalui PT Surya Kerta Agung, hingga penyertaan modal besar pada proyek pembangunan Bandara Dhoho di Kediri.

Topics
gudang garam tjoa ing-hwie kediri rokok kretek profil perusahaan sejarah bisnis ekonomi
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.