Sebanyak satu dari delapan unit rumah baru di Inggris belum terjual setelah lebih dari enam bulan menghuni daftar pasar properti. Berdasarkan analisis Kabayan News, fenomena tersebut terjadi lantaran para pengembang perumahan lebih memilih menahan unit mereka daripada melakukan pemotongan harga jual demi mempertahankan nilai keuntungan.
Berdasarkan riset lembaga spesialis pembiayaan Octane Capital, dari lebih dari 1.100 daftar properti baru yang dianalisis, sekitar 25 persen telah dipasarkan selama lebih dari tiga bulan. Sementara itu, 13 persen di antaranya tersedia melampaui enam bulan, bahkan 4 persen sisanya sudah mangkrak di pasar selama lebih dari setahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeCEO Octane Capital, Jonathan Samuels menjelaskan bahwa pemotongan harga merupakan opsi terakhir bagi pengembang di tengah kenaikan biaya konstruksi. "Setiap diskon memotong langsung keuntungan akhir, dan setelah bertahun-tahun merencanakan serta membangun, melindungi profitabilitas menjadi hal paling penting," ujarnya kepada media.
Dari analisis Kabayan News, strategi mempertahankan harga tersebut bertujuan menjaga nilai skema bruto pembangunan, meskipun konsekuensinya modal pengembang tertahan pada proyek selesai. Kondisi ini membuat sebagian besar pengembang memilih memanfaatkan pembiayaan khusus untuk merealisasikan likuiditas tanpa harus mengorbankan harga jual.
Mengutip laporan Octane Capital, survei sentimen menunjukkan bahwa sekitar 57 persen pengembang cenderung menunda memulai proyek baru pada tahun ini. Sebagian besar dari mereka memilih menggunakan pendanaan khusus guna menavigasi situasi pasar sambil menunggu pembeli yang sesuai dengan harga yang dipatok.