Jaringan blockchain Solana menargetkan posisi strategis sebagai Netflix atau Amazon di sektor keuangan global dengan menyatukan seluruh aset dalam satu platform tunggal. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, ambisi besar tersebut disampaikan oleh Chief Product Officer Solana Foundation Virbu Norby dalam acara komunitas blockchain Stanford baru-baru ini.
Sebagaimana dilaporkan oleh The Motley Fool, Norby meyakini platform Solana sanggup menyatukan perusahaan keuangan pada satu ekosistem terpusat seperti halnya Netflix mempertemukan produsen film. Mengutip laporan dari pertemuan tersebut, langkah ini diklaim mampu mewujudkan pasar tunggal tempat seluruh aset dan pasar hidup berdampingan secara instan.
Kendati demikian, pengamat dari Kabayan News mencatat bahwa nilai aset dalam jaringan Solana baru mengamankan sekitar 50 miliar dolar AS atau porsi sangat kecil dari pasar keuangan global. Tantangan besar lain datang dari adopsi stablecoin oleh raksasa pembayaran seperti Mastercard dan Visa, serta persaingan ketat dengan blockchain Ethereum yang mendominasi pengembang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis pasar, visi ambisius tersebut belum cukup kuat untuk menggerakkan harga token SOL yang telah merosot tajam hingga 60 persen sepanjang 12 bulan terakhir. Pemulihan harga Solana dinilai sangat bergantung pada stabilitas kondisi makroekonomi global serta kebangkitan kembali pasar kripto secara keseluruhan.