Pemerintah Kota Tegal menunjukkan komitmen serius dalam membangun ekosistem bisnis yang ramah investor demi mendongkrak perekonomian daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Tegal Business Forum 2026 yang mengangkat tema besar tentang penguatan investasi dan pelayanan prima.
Berdasarkan laporan media Suara Indonesia News, forum yang dihelat di Shangri-La Land Convention Hall Kota Tegal tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. Kehadiran para pemangku kepentingan, perbankan, hingga pelaku usaha ini menjadi momentum penting menyatukan visi pembangunan ekonomi kawasan.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanaman modal atau investasi memegang peranan krusial sebagai motor penggerak ekonomi. Menurutnya, ekspansi bisnis dan masuknya investor akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja baru serta penurunan angka pengangguran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kemiskinan dapat dikurangi dengan memperkuat perekonomian daerah melalui investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan kesejahteraan semakin baik," ujar Ahmad Luthfi dalam acara tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan cetak biru untuk menjadikan daerahnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi modern di jalur Pantura. Ia ingin kotanya dikenal tidak hanya karena kulinernya, tetapi juga sebagai destinasi investasi yang sangat kompetitif.
"Kami ingin agar Tegal tidak hanya dikenal sebagai kota pesisir dengan kuliner khas dan budaya yang kaya, tetapi juga sebagai kota yang terbuka bagi peluang usaha, investasi strategis, serta pelayanan publik yang prima," ungkap Dedy Yon seraya menegaskan komitmen birokrasi yang transparan dan cepat.