Perusahaan penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether, mengumumkan bahwa kantor akuntan publik KPMG telah menerbitkan opini wajar tanpa pengecualian untuk laporan keuangan tahun 2025. Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting setelah bertahun-tahun perusahaan menghadapi berbagai pertanyaan tajam dari para kritikus terkait transparansi cadangan aset.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, KPMG melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh aset, liabilitas, arus kas, hingga sistem internal Tether. Auditor bahkan melakukan inspeksi fisik langsung terhadap setiap batang emas yang disimpan tanpa hanya mengandalkan laporan dari pihak kustodian.
CEO Tether Paolo Ardoino menyambut gembira hasil audit tersebut sebagai bukti nyata untuk membungkam klaim keliru dari para detraktor maupun serangan politik yang dialamatkan kepada perusahaannya. Keberhasilan ini dinilai mampu memperkuat tata kelola perusahaan seiring dengan pertumbuhan neraca keuangan yang kian masif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKehadiran audit penuh dari firma akuntansi Big Four ini diprediksi bakal mengubah peta persaingan pasar aset digital secara signifikan. Selama ini, para pesaing utama seperti Circle kerap menjadikan transparansi regulasi sebagai nilai jual utama, namun pencapaian terbaru Tether membuat posisi tawar kompetitor kini semakin mendapat tantangan berat.
Langkah Strategis Ekspansi Pasar Domestik Amerika Serikat
Di tengah pencapaian audit bersih tersebut, Tether terus menggenjot strategi ekspansi agresif ke pasar Amerika Serikat melalui peluncuran produk stablecoin domestik. Langkah ekspansif ini dirancang untuk merangkul kerangka regulasi baru yang berlaku di negara tersebut.
Dukungan audit dari KPMG diyakini bakal membuka lebih banyak pintu kerja sama dengan para pembuat kebijakan serta regulator di AS. Terlebih lagi, posisi finansial perusahaan tercatat sangat kuat dengan raihan laba fantastis pada kuartal kedua serta kepemilikan surat berharga AS yang melampaui cadangan devisa sejumlah negara.
Di sisi lain, para pengamat pasar menilai dominasi Tether kini sulit terbendung menyusul kombinasi antara perbaikan tata kelola dan performa keuangan yang solid. Kepercayaan publik yang pulih berkat audit independen berpotensi memperkokoh posisi USDT sebagai penguasa mutlak pasar stablecoin global.
Meski demikian, tantangan makroekonomi dan pengawasan ketat dari otoritas keuangan tetap menjadi faktor penentu bagi kelangsungan industri aset kripto secara keseluruhan. Manajemen Tether menyatakan komitmennya untuk terus menjaga standar transparansi tertinggi demi mempertahankan kepercayaan jutaan pengguna di seluruh dunia.