Lebih dari 1.500 kapal kargo yang tertahan di Teluk Persia dan Teluk Oman memicu kekhawatiran besar di kalangan peneliti karena berpotensi menjadi penyebar super spesies invasif akibat pertumbuhan biota laut pada lambung kapal yang diam terlalu lama.
Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Biological Invasions, penumpukan kapal di dekat Selat Hormuz menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan organisme laut seperti alga, teritip, dan kerang pada permukaan bawah air kapal atau yang dikenal sebagai biofouling.
Apabila kapal-kapal tersebut kembali berlayar tanpa melalui proses pembersihan lambung terlebih dahulu, organisme asing yang menempel dapat terbawa ke berbagai pelabuhan global dan mengancam ekosistem serta kelangsungan industri perikanan lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati pembersihan lambung kapal sebelum beranjak dari pelabuhan menjadi solusi utama, para ahli menilai langkah tersebut sulit dilakukan dalam skala besar mengingat keterbatasan fasilitas serta tingginya risiko keamanan bagi para pekerja di wilayah konflik.
Ancaman Biota Asing dan Langkah Regulasi Internasional
Dampak dari perpindahan spesies asing ini dikhawatirkan dapat merusak habitat alami dan mengganggu operasional akuakultur di berbagai negara pesisir, seperti penumpukan tunicates non-natif yang merusak peralatan budidaya kerang di wilayah Maritimes, Kanada.
Pakar sains lingkungan dari University of Toronto, Sarah Bailey, menjelaskan bahwa organisme laut apa pun yang hidup di permukaan bawah air dapat berpindah tempat dan mencemari produk hasil laut jika tidak ditangani dengan serius.
Saat ini, panduan Organisasi Maritim Internasional terkait pengelolaan biofouling masih bersifat sukarela, meski sejumlah negara seperti Kanada mulai mendorong perumusan regulasi baru yang lebih ketat.
Regulasi baru tersebut mencakup kewajiban menjaga kebersihan lambung kapal, penggunaan cat pelapis khusus pencegah biofouling, serta penerapan teknologi pembersihan yang aman guna mencegah pelepasan organisme asing ke perairan baru.