Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Iran dan Oman Sepakati Jalur...
INTERNASIONAL

Iran dan Oman Sepakati Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz, AS Penentunya

By Dewi Lestari 2 min read 17 Agustus 2026
Kapal melintasi jalur pelayaran Selat Hormuz antara Iran dan Oman

Kapal melintasi jalur pelayaran Selat Hormuz antara Iran dan Oman

Iran dan Oman menyepakati jalur pelayaran baru bagi kapal melintasi Selat Hormuz setelah melalui perundingan intensif antara Teheran dan Muscat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyampaikan bahwa koordinat geografis untuk jalur baru tersebut sudah menemui titik temu meskipun beberapa isu teknis masih dalam tahap pembahasan lanjutan.

Berdasarkan pengamatan Kabayan News, kesepakatan bilateral ini menandai dinamika baru dalam diplomasi kawasan Teluk. Kendati demikian, Baghaei menegaskan bahwa persetujuan kedua negara tidak otomatis mengarah pada pembukaan kembali jalur strategis tersebut dalam waktu dekat.

Mengutip laporan Press TV, kelanjutan implementasi kesepakatan ini sangat bergantung pada tindakan nyata dari Amerika Serikat. Faktor geopolitik eksternal dinilai memegang kendali penuh atas realisasi operasional rute pelayaran baru itu di lapangan.

Selat Hormuz memegang peranan krusial sebagai jalur maritim sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Dari analisis Kabayan News, sekitar 20 persen pasokan minyak mentah global dan kurang lebih 25 persen ekspor gas alam cair atau LNG dunia melintasi wilayah perairan tersebut setiap harinya.

Perairan yang memisahkan daratan Iran dan Oman ini memiliki lebar jalur pelayaran hanya dua mil pada beberapa titik tertentu. Urgensi keamanan jalur arteri energi bagi Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat menjadikan stabilitas kawasan Selat Hormuz sebagai pilar utama perdagangan internasional.

Topics
iran oman selat hormuz esmail baghaei amerika serikat minyak global energi timur tengah geopolitik
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.