Campur tangan Amerika Serikat serta ancaman dari Presiden Donald Trump disebut menjadi alasan utama di balik tertundanya kesepakatan penting antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz.
Dalam keterangannya kepada kantor berita Sepah pada Rabu, sumber anonim yang mengetahui perkembangan pembahasan tersebut mengungkapkan bahwa proses negosiasi tidak akan bisa diselesaikan selama intervensi dan ancaman militer masih terus dilayangkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Iran tidak akan mencapai kesepakatan apa pun di bawah bayang-bayang ancaman," ujar sumber tersebut, menyoroti situasi geopolitik yang semakin memanas di kawasan teluk.
Pernyataan ini muncul selang sehari setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Oman mengenai jalur pelayaran tersebut sebenarnya masih berlangsung secara positif.
Iran Ancam Larang Kapal Negara Pendukung Trump Lewati Selat Hormuz
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi baik dari pihak pemerintah Amerika Serikat maupun Oman terkait klaim yang disampaikan oleh sumber dalam tersebut.
Ketegangan di kawasan strategis tersebut kian meningkat setelah Iran melontarkan ancaman keras terhadap pihak-pihak yang mendukung kebijakan Washington.
Teheran menyatakan akan melarang kapal milik perusahaan maupun negara yang mendukung langkah Presiden Donald Trump terkait penggunaan aset Iran yang dibekukan untuk melewati Selat Hormuz.
Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran secara terbuka memperingatkan Amerika Serikat mengenai konsekuensi hukum maupun keamanan dari setiap tindakan yang mereka nilai ilegal.