Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah Presiden Donald Trump dibuat frustrasi oleh sikap keras dan penolakan terbuka dari pemerintah Teheran.
Trump sebelumnya mengklaim bahwa negosiasi baru akan segera dimulai dalam pekan ini guna membuka kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, klaim tersebut langsung dimentahkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei yang menegaskan bahwa negaranya tidak sedang bernegosiasi dengan Washington.
Situasi ini memperlihatkan betapa sulitnya bagi pemerintahan Trump untuk menemukan titik temu di tengah tekanan politik domestik menjelang pemilu sela di Amerika Serikat.
Strategi Iran dan Desakan Krisis Global
Bagi Teheran, strategi ketidakpastian strategis dan penguasaan atas Selat Hormuz telah menjadi senjata ampuh untuk memperkuat posisi tawar mereka.
Iran terus melanjutkan komunikasi dengan pihak Oman untuk membahas rute pelayaran sementara tanpa harus melibatkan perundingan langsung dengan pihak Amerika Serikat.
Di sisi lain, Trump harus menghadapi waktu yang semakin mendesak di tengah kekhawatiran krisis energi global dan rendahnya dukungan publik terhadap konflik tersebut.
Para pengamat menilai bahwa Iran sengaja meningkatkan tekanan untuk memaksa Washington mengubah pendekatan diplomatik mereka secara menyeluruh.