Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Donald Trump Sebut Perundingan AS...
INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Perundingan AS dan Iran Jadi Kesempatan Terakhir, Hindari Eskalasi Perang

By Dewi Lestari • 2 min read • 3 Agustus 2026
Presiden AS Donald Trump membahas perundingan baru dengan Iran terkait Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump membahas perundingan baru dengan Iran terkait Selat Hormuz

Perundingan baru antara Washington dan Teheran menjadi kesempatan terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan damai guna menghindari eskalasi serangan militer Amerika Serikat, demikian ditegaskan oleh Presiden AS Donald Trump pada Senin.

Trump menyampaikan bahwa dirinya memperkirakan negosiasi tersebut akan segera dimulai dalam satu atau dua hari ke depan guna membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Fase pertama dari proses ini adalah pembukaan selat tersebut, sementara fase kedua akan berfokus pada denuklirisasi yang diperkirakan membutuhkan waktu.

Ia juga menegaskan kembali bahwa kesabarannya terhadap kepemimpinan Iran sudah mulai menipis di tengah dinamika geopolitik yang kian memanas.

Respons Iran Terkait Jalur Pelayaran Oman

Donald trump

Di sisi lain, Iran saat ini tengah melakukan diskusi intensif dengan Oman mengenai pembentukan rute sementara melalui selat agar pelayaran komersial dapat kembali beroperasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei dengan tegas membantah klaim Trump bahwa perundingan bilateral yang mencakup seluruh sengketa besar akan dimulai kembali.

Teheran menekankan bahwa mereka tidak sedang melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat dan memilih fokus pada jalur diplomasi bersama pihak Oman.

Pemerintah Iran berharap koridor sementara ini dapat menjadi solusi alternatif sebelum keputusan mengenai rute tetap dan permanen berhasil disepakati.

Topics
donald trump iran amerika serikat selat hormuz oman timur tengah diplomasi perang
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.