Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Donald Trump Ancam Oman Terkait...
INTERNASIONAL

Donald Trump Ancam Oman Terkait Perundingan Selat Hormuz dengan Iran

By Dewi Lestari 3 min read 18 Agustus 2026
Presiden Donald Trump memberikan ancaman kepada Oman terkait perundingan Selat Hormuz

Presiden Donald Trump memberikan ancaman kepada Oman terkait perundingan Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka melontarkan ancaman untuk membom Oman apabila negara tersebut menghalangi kesepakatan antara AS dan Iran mengenai kendali atas Selat Hormuz. Pernyataan keras ini disampaikan di tengah upaya Iran dan Oman yang sedang mendiskusikan pengaturan navigasi masa depan di jalur perairan strategis tersebut.

Kendali atas Selat Hormuz telah menjadi inti dari kebuntuan geopolitik sejak konflik antara AS dan Iran dimulai pada akhir Februari. Kawasan perairan penting ini sebelumnya membawa seperlima dari pasokan minyak global sebelum akhirnya mengalami penutupan yang memicu gejolak harga bahan bakar dunia.

Dalam wawancaranya dengan jurnalis Fox News, Trump menegaskan sikap tegas pemerintahannya terhadap negara-negara yang dinilai menghambat proses diplomasi dan kendali strategis. "Jika Oman ikut campur, kami akan menghancurkan mereka dengan bom," ujar Donald Trump menanggapi perundingan antara Oman dan Iran.

Hingga saat ini, pemerintah Oman sebagai sekutu AS di Teluk belum memberikan tanggapan resmi atau komentar publik terkait pernyataan kontroversial dari pemimpin Amerika Serikat tersebut.

Latar Belakang Konflik dan Perundingan Selat Hormuz

Konflik di Selat Hormuz bermula sejak pecahnya perang pada akhir Februari yang membuat jalur perairan tersebut tertutup secara efektif oleh pihak Iran. Posisi geografis Iran yang mengapit sisi utara berhadapan langsung dengan Oman di sisi selatan menjadikan kedua negara ini aktor kunci dalam perundingan jalur navigasi.

Perundingan antara Iran dan Oman menyusul runtuhnya kesepakatan interim mediasi Pakistan yang sebelumnya bertujuan untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas kapal komersial internasional. Perundingan terbaru ini bahkan dikabarkan sedang mengarah pada penyusunan sebuah deklarasi bersama antara kedua negara.

Di sisi lain, Presiden Trump bersikeras bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Amerika Serikat meskipun lalu lintas kapal masih sangat terbatas. Ketegangan semakin meningkat setelah AS menolak interpretasi Memorandum of Understanding yang memberikan hak pengelolaan jalur tersebut kepada Iran.

Para pengamat internasional menilai bahwa ketegangan ini memperumit upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah, terutama ketika para sekutu seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan terus mendesak pemanfaatan diplomasi secara penuh untuk meredakan krisis.

Dampak Politik Domestik dan Sikap Resmi Iran

Bruk-brik konflik yang berkepanjangan ini berdampak langsung pada kenaikan harga bahan bakar minyak bagi para konsumen di Amerika Serikat. Lonjakan harga bensin menjelang pemilihan paruh waktu bulan November menciptakan tantangan politik yang signifikan bagi Partai Republik yang memegang kendali Kongres.

Sementara itu, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa negaranya akan beralih ke sikap militer yang sepenuhnya ofensif menyusul kebuntuan upaya perundingan damai dengan Amerika Serikat. Teheran menegaskan kesiapannya untuk mengambil tindakan tegas demi memecahkan blokade angkatan laut jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Meskipun menghadapi tekanan ekonomi domestik yang berat akibat inflasi dan sanksi, para pemimpin Iran berupaya mempertahankan posisi tawar mereka di kancah internasional. Di sisi lain, komunikasi informal melalui saluran belakang atau back-channel dikabarkan tetap berjalan intensif guna menjajaki peluang penyelesaian krisis.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri menyatakan tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan baru dan menegaskan bahwa perpanjangan perjanjian sementara bulan Juni lalu telah ditutup. Perkembangan situasi di Selat Hormuz kini terus dipantau secara ketat oleh berbagai pihak internasional.

__QUOTE__ ""Jika Oman ikut campur, kami akan menghancurkan mereka dengan bom," ujar Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News."

Topics
politik internasional amerika serikat iran oman
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.