Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Eks Pejabat SEC dan CFTC Desak...
INTERNASIONAL

Eks Pejabat SEC dan CFTC Desak Aturan Longgar Kripto Domestik

By Nusman Rawayandi Hagimutar 2 min read 1 September 2026
Mantan pejabat SEC dan CFTC mendesak aturan longgar untuk kripto perpetual

Mantan pejabat SEC dan CFTC mendesak aturan longgar untuk kripto perpetual

Mantan pejabat SEC dan CFTC mendesak pendekatan regulasi yang lebih longgar guna membawa pasar perdagangan kripto perpetual atau perps kembali ke Amerika Serikat. Desakan tersebut mengemuka di tengah upaya kedua lembaga dalam menyusun kerangka aturan baru untuk industri kripto senilai 2,5 triliun dolar.

Dalam surat komentar bersama, mantan Ketua CFTC Chris Giancarlo bersama sejumlah mantan pejabat lainnya memperingatkan bahwa penetapan aturan yang terlalu ketat berisiko terus mendorong volume transaksi menggiurkan tersebut ke pasar luar negeri. Mereka berargumen bahwa risiko serupa harus diperlakukan secara setara tanpa menumpuk biaya kepatuhan berlebih akibat aturan yang tumpang tindih.

Isu ini menjadi sangat krusial bagi industri kripto saat CFTC berupaya membawa platform perdagangan perpetual futures yang selama ini beroperasi di luar negeri agar masuk ke yurisdiksi AS. Presiden Donald Trump sebelumnya sempat menyampaikan bahwa Ketua CFTC Michael Selig sedang berupaya membawa platform populer Hyperliquid ke Amerika Serikat.

Platform pasar prediksi Kalshi mencatat bahwa volume perdagangan perpetual di luar negeri melonjak hingga menembus angka 90 triliun dolar pada tahun 2025, naik signifikan dari sekitar 28 triliun dolar dalam dua tahun sebelumnya. Kalshi tercatat mensponsori penyusunan surat tersebut dengan menunjuk firma hukum Bellementis PLLC untuk membantu proses perancangan dokumen.

Tantangan Aturan Kripto dan Kustodian SEC

Regulasi yang terlalu ketat dinilai tidak akan menghilangkan permintaan maupun risiko pasar, melainkan hanya mengalihkan aktivitas perdagangan ke wilayah yurisdiksi lain. Chris Giancarlo menegaskan bahwa pasar perpetual luar negeri senilai 90 triliun dolar tersebut merupakan peluang besar yang membutuhkan buku aturan yang masuk akal dari pemerintah federal.

Sementara itu, SEC kembali memfokuskan perhatian pada aturan kustodian dengan mengirimkan draf revisi aturan penyimpanan bagi penasihat investasi ke Kantor Informasi dan Urusan Regulasi Gedung Putih untuk ditinjau lebih lanjut. Aturan baru tersebut diharapkan mampu memberikan kejelasan hukum bagi perusahaan investasi terdaftar dalam menyediakan layanan kustodian aset digital secara legal.

Langkah revisi aturan kustodian ini menandai pergeseran arah kebijakan yang cukup signifikan dibanding upaya kontroversial pada masa kepemimpinan sebelumnya yang sempat mengusulkan aturan pengamanan aset secara menyeluruh. Di sisi lain, proposal Reg Crypto dari SEC juga telah resmi masuk dalam Daftar Federal dan membuka ruang konsultasi publik hingga 20 Oktober mendatang.

Para pelaku industri kini menantikan kepastian regulasi lebih lanjut dari kedua lembaga pengawas keuangan tersebut guna menciptakan iklim kompetitif bagi bursa aset digital di Amerika Serikat. Waktu menjadi faktor krusial karena setiap penundaan aturan yang adaptif dikhawatirkan akan semakin menyulitkan upaya memulihkan pangsa pasar domestik.

Topics
sec cftc kripto perpetual futures chris giancarlo donald trump kalshi hyperliquid regulasi amerika serikat
Koresponden Internasional

Nusman Rawayandi Hagimutar adalah koresponden yang meliput isu-isu internasional dan geopolitik. Dengan pengalaman meliput berbagai peristiwa global, ia menyajikan berita dunia dengan perspektif yang mendalam dan relevan bagi pembaca Indonesia.