Industri otomotif tetap menjadi hambatan terakhir dalam negosiasi perdagangan bilateral antara Amerika Serikat dan Kanada di tengah ancaman tarif baru sebesar 25 persen yang diberlakukan oleh Washington terhadap kendaraan asing. Perundingan intensif terus dilakukan oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan pihak AS guna mencari titik terang terkait besaran tarif dan aturan rantai pasok komponen kendaraan.
Berdasarkan informasi dari Automotive News, tarif sebesar 25 persen diberlakukan tahun lalu dengan tawaran keringanan parsial bagi Kanada dan Meksiko berdasarkan porsi komponen AS dalam rantai pasok. Kendaraan yang dirakit di Ontario dengan kandungan setengah komponen asal AS dikenakan tarif efektif sebesar 12,5 persen.
Pihak Kanada mendesak agar tarif utama untuk sektor otomotif diturunkan menjadi 10 persen atau memperluas cakupan pengecualian. Namun, pemerintahan Presiden AS tetap bersikeras mempertahankan tarif minimum di angka 15 persen dalam perundingan yang berlangsung alot tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga menuntut agar Kanada mencabut seluruh langkah pembalasan dagang termasuk tarif balasan pada kendaraan AS dan larangan penjualan minuman beralkohol buatan Amerika di tingkat provinsi. Perdana Menteri Mark Carney menyatakan negaranya tetap bersiap menghadapi segala kemungkinan jika perundingan ini menemui jalan buntu.
Dinamika Tarif Mobil dan Dampaknya pada Pasar Global
Ketegangan perdagangan ini beririsan dengan kenaikan harga komponen global seperti cip komputer yang mengalami lonjakan harga sebesar 10 persen hingga 15 persen dari produsen utama seperti Samsung. Lonjakan permintaan dari konsumen China serta pembatasan ekspor alat pembuat cip canggih dari AS meningkatkan ketergantungan industri pada pabrik luar negeri.
Kenaikan harga cip komputer tersebut dikhawatirkan dapat merembet ke sektor otomotif dan memicu lonjakan harga jual kendaraan bermotor di pasar global. Harga kendaraan baru yang tinggi selama ini telah menjadi salah satu pendorong utama inflasi di berbagai negara industri.
Di sisi lain, produsen robotaxi asal China, Pony.ai, justru agresif memperluas ekspansi global dengan rencana mengerahkan lebih dari 4.000 kendaraan otonom di luar negeri. Perusahaan tersebut telah mengamankan kontrak pengiriman internasional, termasuk kemitraan strategis untuk mengerahkan lebih dari 2.000 robotaxi di Eropa melalui kerja sama dengan Uber.
Sementara itu, rata-rata harga bahan bakar secara nasional di AS dilaporkan mengalami kenaikan tipis di tengah pergerakan kontrak berjangka minyak mentah WTI dan Brent yang berada di kisaran $85 dan $91 per barel. Kondisi ini menambah deretan tantangan ekonomi yang dihadapi industri transportasi darat secara keseluruhan.