Pemerintahan Donald Trump menggelar pertemuan perdana White House Drone Dominance di Gedung Putih untuk menggenjot kapasitas produksi lini masa pembuatan pesawat tanpa awak di dalam negeri. Agenda penting tersebut mempertemukan hampir 100 perwakilan perusahaan pertahanan swasta bersama jajaran pejabat tinggi negara di Eisenhower Executive Office Building pada Rabu, 20 Agustus 2026.
"Kavaleri tiba di sini untuk menemui kavaleri Anda di sektor swasta guna memastikan bahwa kita tidak sekadar memiliki kecukupan drone secara paritas, melainkan mencapai dominasi penuh," ujar Under Secretary of Defense for Research and Engineering Emil Michael di hadapan para peserta.
Pertemuan strategis ini dirancang sebagai bagian dari pendekatan komprehensif pemerintah federal dalam memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional. Langkah tersebut dilakukan seiring upaya pabrikan dalam memenuhi standar ketat Kementerian Pertahanan, regulasi Federal Aviation Administration, serta aturan eksekutif baru yang mewajibkan perusahaan menghentikan penggunaan komponen material kritis asal Rusia, Iran, Korea Utara, dan China menjelang awal tahun 2027.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan rantai pasok domestik, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat berencana menggelontorkan skema investasi lanjutan dalam waktu dekat. Kebijakan pembiayaan tersebut diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi pabrikan lokal secara masif agar dapat memenuhi kebutuhan operasional militer secara mandiri dan berkelanjutan.
Langkah Strategis Pentagon Percepat Produksi Drone Militer
Inisiatif penguatan sektor nirawak ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perintah eksekutif bertajuk Unleashing American Drone Dominance oleh Presiden Donald Trump pada Juni 2025 lalu. Sebulan berselang, Menteri Pertahanan Pete Hegseth langsung menerbitkan arahan khusus guna memangkas birokrasi dan mempercepat proses pengadaan serta pengiriman armada tempur ke lapangan.
Sebagai wujud implementasi konkret di lapangan, Pentagon mendirikan portofolio manajemen khusus untuk sistem otonomi serta menyiapkan alokasi anggaran masif senilai USD 55 miliar untuk Defense Autonomous Warfare Group. Program Drone Dominance sendiri difokuskan untuk mengalirkan dana hibah dan kontrak senilai USD 1 miliar selama kurun waktu dua tahun guna memborong drone serang berukuran kecil.
Pihak kementerian secara aktif menyelenggarakan kompetisi berbasis tantangan terbuka bagi para vendor industri pertahanan guna memenangkan kontrak pengadaan skala besar. Pada program Gauntlet pertama, sebanyak 11 perusahaan telah resmi mengamankan kontrak pengadaan ribuan unit senjata udara nirawak untuk kebutuhan operasional militer.
Sementara itu, melalui rangkaian uji coba tahap kedua di Fort Carson, Colorado, puluhan perusahaan kembali diundang untuk mendemonstrasikan keunggulan teknologi drone mereka dengan berbagai muatan mematikan. Para vendor dengan performa terbaik berpeluang besar mengamankan kontrak pengadaan dari puluhan ribu platform yang dipersiapkan oleh pihak departemen pertahanan pada tahun ini.