GPT-4 mampu memprediksi respons kuesioner kepribadian dari 600 partisipan sebelum satu pun manusia mulai menjawab pertanyaan tersebut.
Berdasarkan studi dari Hebrew University dan Hadassah Medical School, kemampuan kecerdasan buatan dalam memperkirakan pola jawaban kolektif manusia bersumber dari analisis bahasa semata.
Tim periset yang terdiri dari Rotem Monsa, Aviv Zohar, dan Shahar Arzy menguji model bahasa tersebut dengan menyusun kuesioner kepribadian dari dua sumber teks berbeda, yakni manual klinis DSM-5 dan buku teks astrologi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami ingin memilih teks yang mendeskripsikan kepribadian manusia secara sangat rinci tetapi juga berada di ujung spektrum berlawanan dalam hal landasan ilmiah," ujar Rotem Monsa selaku penulis utama studi tersebut sebagaimana dilaporkan.
Hasil pengujian menunjukkan estimasi dari model tersebut berkorelasi kuat dengan rata-rata jawaban asli partisipan, mencapai 0,71 untuk pertanyaan berbasis DSM dan 0,85 untuk pertanyaan berbasis astrologi.
Dari analisis Kabayan News, fenomena tersebut membuktikan model bahasa besar telah menyerap struktur kepribadian manusia secara alami sebagai produk sampingan dari pelatihan data teks yang masif.
Kendati demikian, para peneliti memberikan catatan bahwa kemampuan memprediksi rata-rata respons kelompok tidak secara otomatis membuktikan instrumen tersebut mampu mengukur perbedaan kepribadian individu secara akurat.