Harga minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan kuat lebih dari 2 persen dengan minyak mentah Brent kembali melampaui level 90 dolar AS per barel di tengah reaksi pasar atas eskalasi konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
Kontrak berjangka minyak Brent tercatat mengalami lonjakan sebesar 2,52 persen hingga menyentuh level 90,32 dolar AS per barel menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap dua peluncur Iran di Pulau Larak.
Komoditas minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate atau WTI turut bergerak menguat sebesar 2,41 persen hingga berada di posisi 85,41 dolar AS per barel dalam perdagangan pasar global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKenaikan harga energi ini dipicu oleh serangan militer pada Minggu malam yang menyasar kawasan jalur maritim strategis Selat Hormuz, sehingga memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap keamanan pasokan minyak.
Ancaman Gangguan Pasokan Energi di Selat Hormuz
Eskalasi militer terbaru di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar keuangan terhadap keselamatan pelayaran komersial di Selat Hormuz serta risiko gangguan lanjutan pada distribusi pasokan energi.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu koridor energi paling vital di dunia yang mengangkut sebagian besar pasokan minyak bumi untuk kebutuhan pasar internasional global.
Seluruh perkembangan situasi di kawasan Teluk Persia kini kembali menjadi pusat perhatian para investor global karena potensi eskalasi lanjutan dapat berdampak langsung pada pasokan dan harga minyak.
Pelaku pasar terus mencermati situasi geopolitik di Timur Tengah guna mengantisipasi gejolak harga lanjutan yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar energi internasional.