Pemerintah Irak melalui State Oil Marketing Organization (SOMO) sedang melakukan pembicaraan serius dengan perusahaan pelayaran Jerman demi mengamankan jalur pelayaran ekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz. Langkah strategis ini memanfaatkan kesepakatan awal dengan Iran agar kapal berbendera Irak terhindar dari pembatasan navigasi kawasan.
Berdasarkan laporan media lokal Shafaq News, Baghdad mewajibkan seluruh kapal transit sewaan agar mengibarkan bendera Irak selama pelayaran berlangsung. Perusahaan asal Jerman tersebut menerima syarat tersebut untuk mengangkut minyak dari pelabuhan selatan Irak setelah sebelumnya ditolak oleh perusahaan asal Amerika Serikat.
Teheran telah memberikan persetujuan prinsip untuk membebaskan biaya transit bagi kapal berbendera Irak yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan itu dibahas langsung oleh Ketua Parlemen Irak Haibat al-Halbousi bersama otoritas Iran demi melindungi kepentingan ekonomi negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun demikian, Irak masih memerlukan izin eksplisit atau keringanan sanksi dari Amerika Serikat guna merampungkan kesepakatan tersebut. Persetujuan ini krusial karena kebijakan ketat Washington terkait sistem pelayaran, asuransi, serta jalur transit perairan teritorial Iran.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, perjanjian itu merupakan bagian dari dorongan besar kabinet Perdana Menteri Ali al-Zaidi yang menyetujui mekanisme darurat tiga bulan guna mendiversifikasi rute ekspor minyak. Pengamanan rute alternatif ini melibatkan perusahaan domestik maupun asing mulai 1 September mendatang.