Iran resmi melanjutkan pemuatan minyak mentah di terminal barat Pulau Kharg setelah mengalami penghentian operasional selama 25 hari akibat disrupsi dari blokade Selat Hormuz. Berdasarkan laporan data perusahaan intelijen maritim Windward, terminal minyak vital tersebut kembali aktif pada 12 Agustus 2026 setelah citra satelit mendokumentasikan kapal tanker raksasa merapat dan melakukan pemuatan perdana sejak 18 Juli lalu.
Perusahaan intelijen maritim Windward menyatakan bahwa Teheran tidak tinggal diam menunggu pencabutan blokade, melainkan aktif mengalihkan rute logistik minyak mentah mereka. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, aktivitas pengiriman melalui jalur alternatif darat maupun perairan terus digenjot untuk menjaga stabilitas pasokan ekspor energi negara tersebut.
Data TankerTrackers.com mencatat sebuah kapal tanker dari National Iranian Tanker Company terpantau memuat sekitar dua juta barel minyak mentah di dermaga Azarpad, Pulau Kharg. Kendati ekspor minyak mentah tetap kuat, pengiriman gas alam cair justru mengalami penurunan drastis sehingga sebagian gas yang tidak terangkut terpaksa harus dibakar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain memulihkan aktivitas di Pulau Kharg, Iran memperluas pemanfaatan rute alternatif melalui perairan North Larak dengan lonjakan jumlah lambung kapal tanker hingga mencapai 35 unit. Peningkatan aktivitas maritim juga terlihat jelas di Laut Kaspia, di mana pengiriman kargo basah dari Rusia tercatat melonjak hingga 2,9 lipat menjadi 437.000 barel pasca eskalasi blokade.
Pulau Kharg sendiri memegang peran krusial karena menangani sekitar 90 persen total ekspor minyak Iran dengan kapasitas penyimpanan mencapai 30 juta barel. Perubahan strategi logistik ini menunjukkan adaptasi agresif Teheran dalam mempertahankan rantai pasok energi global di tengah tekanan blokade internasional.