Israel memperkirakan Iran memiliki kemampuan untuk membangun fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di lokasi Jabal al-Fas dekat kompleks nuklir Natanz, selatan Teheran. Fasilitas tersebut disebut berpotensi digunakan untuk memperkaya uranium hingga tingkat militer, yakni sekitar 90 persen, menurut laporan media Israel pada Rabu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan Radio Angkatan Darat Israel, lokasi yang dikenal sebagai "Gunung Pickaxe" itu merupakan fasilitas bawah tanah yang dibangun jauh di dalam pegunungan. Lokasi tersebut dinilai memiliki komponen yang diperlukan untuk membangun fasilitas pengayaan uranium tersembunyi yang berisiko memicu ketegangan internasional.
Menurut penilaian pihak Israel, keberadaan uranium yang diperkaya di lokasi tersebut dapat menjadi ancaman keamanan yang amat serius. Radio Angkatan Darat menyuarakan bahwa kondisi itu merupakan "lampu merah terang yang membutuhkan tindakan Amerika Serikat" secara cepat.
Dari pantauan redaksi, laporan tersebut juga menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat dinilai hanya mampu mengganggu aktivitas fasilitas tersebut serta mencegah operasionalnya. Namun, AS diprediksi belum tentu dapat menghancurkannya secara total karena kedalaman lokasinya yang berada jauh di bawah tanah.
Ancaman terhadap fasilitas Jabal al-Fas kembali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperbarui pernyataannya terkait kemungkinan serangan terhadap situs nuklir Iran. Pada Selasa, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan melancarkan serangan yang sangat kuat terhadap lokasi terlarang tersebut.
"Kami akan menghancurkan Gunung Pickaxe. Katakan kepada Iran untuk bersiap-siap," ujar Trump saat mengeluarkan peringatan tegas pada Selasa (21/7/2026). Ancaman ini mengemuka di tengah kekhawatiran intensif dari Israel dan Amerika Serikat mengenai perkembangan pesat program nuklir Iran.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, intelijen Israel meyakini Iran telah memindahkan ribuan sentrifugal pengayaan uranium ke terowongan dalam di fasilitas "Gunung Pickaxe" pada musim gugur lalu setelah konflik bersenjata selama 12 hari. Informasi intelijen itu dikabarkan telah dibagikan secara resmi kepada pemerintah Amerika Serikat.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, fasilitas Jabal al-Fas berada sekitar 220 kilometer di selatan Teheran dan hanya berjarak sekitar dua kilometer dari kompleks nuklir Natanz. Lokasi strategis ini dilaporkan belum pernah menjadi sasaran serangan militer sebelumnya.
Sementara itu, pemerintah Iran secara tegas membantah tuduhan bahwa fasilitas tersebut digunakan untuk mengembangkan program nuklir berbasis militer. Teheran menyatakan bahwa sejak pembangunan dimulai pada 2020, lokasi itu hanya difungsikan untuk kegiatan perakitan dan produksi sentrifugal canggih.