Sebagaimana diwartakan oleh media lokal Espos, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan menebar sebanyak 15.000 benih ikan di Waduk Lalung dan Waduk Jlantah.
Mengutip keterangan dari pihak berwenang, kegiatan penebaran benih ikan yang dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026) ini tidak hanya bertujuan memperkaya populasi ikan, melainkan juga menjaga keseimbangan serta keberlanjutan ekosistem perairan di wilayah setempat.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, masing-masing waduk mendapatkan alokasi sebanyak 7.500 benih ikan yang terdiri atas jenis ikan nilem dan ikan tawes, di mana kedua jenis ikan tersebut dinilai sangat aman bagi lingkungan perairan umum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, menjelaskan bahwa benih ikan tersebut merupakan bantuan langsung dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.
"Benih ikan ini merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah," ujar Feriana saat dikonfirmasi oleh awak media.
Lebih lanjut, Feriana mengungkapkan bahwa pemilihan ikan nilem dan tawes didasarkan pada pertimbangan ekologis agar tidak merusak populasi ikan lain yang sudah terlebih dahulu hidup di dalam waduk.
"Ini untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Ikan nilem itu tidak memakan ikan-ikan yang lain, jadi aman untuk lingkungan," tuturnya menambahkan.
Di samping itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto berharap agar kegiatan pelestarian alam ini dapat memastikan sumber daya perairan tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan.
Pemerintah setempat juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemancing, agar senantiasa menjaga kelestarian waduk dengan tidak menggunakan metode penangkapan ikan yang merusak seperti racun maupun setrum.