Sebagaimana diwartakan oleh detik.com, suasana Kabupaten Cianjur mendadak memanas pada Sabtu malam ketika sejumlah kelompok massa menggelar aksi sweeping secara massal di berbagai kafe serta tempat hiburan malam.
Pergerakan massa yang melibatkan konvoi puluhan kendaraan bermotor ini dimulai dari kawasan Tugu Pandangwangi, Desa Rancagoong, sebelum akhirnya mendatangi sejumlah titik keramaian utama di Cianjur.
Berdasarkan laporan di lapangan, massa yang dikawal oleh aparat kepolisian melakukan pemeriksaan langsung ke dalam kafe untuk memastikan tidak ada fasilitas atau praktik yang mendukung perilaku seks menyimpang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePimpinan aksi, Habib Hud Alaydrus, menegaskan bahwa gerakan ini sama sekali tidak berniat merusak iklim investasi atau mengganggu para pelaku usaha yang mencari nafkah di wilayah berjuluk Kota Santri tersebut.
Menurut penjelasan Habib Hud Alaydrus, "Kami sambut setiap orang yang berusaha di Cianjur. Tapi tolong hormati adat istiadat Cianjur. Jangan fasilitasi pelaku LGBT."
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perilaku menyimpang tersebut dinilai sangat mencederai norma sosial dan identitas keagamaan yang melekat kuat pada masyarakat Cianjur.
Selain menyoroti isu LGBT, massa dalam aksinya juga turut mewanti-wanti peredaran minuman keras serta narkoba yang dianggap membawa ancaman kerusakan moral serupa bagi generasi muda.
Mengutip pernyataan tegas dari pimpinan aksi, pihak penyelenggara berencana untuk terus memantau dan menggelar agenda serupa jika masih ditemukan tempat usaha yang memfasilitasi kegiatan melanggar norma.