Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kasus Bakteri Pemakan Daging...
INTERNASIONAL

Kasus Bakteri Pemakan Daging Melonjak di Teluk Meksiko, 5 Orang Tewas

By Dewi Lestari • 2 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi kawasan pantai dan laut yang menjadi habitat bakteri Vibrio vulnificus

Ilustrasi kawasan pantai dan laut yang menjadi habitat bakteri Vibrio vulnificus

Kasus infeksi bakteri pemakan daging Vibrio vulnificus di wilayah pesisir Louisiana mencatatkan lonjakan signifikan pada musim panas ini. Departemen kesehatan setempat mengonfirmasi sembilan orang telah terinfeksi dan seluruhnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Berdasarkan laporan Los Angeles Times, dari sembilan pasien tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat keganasan bakteri tersebut. Angka kematian ini jauh melampaui rata-rata dekade sebelumnya yang biasanya hanya mencatat satu kematian dari tujuh kasus dalam periode serupa.

"Segera cari perawatan medis jika luka terpapar air payau atau air asin menjadi merah, bengkak, nyeri, hangat, atau berubah warna," demikian imbauan resmi dari pihak kesehatan Louisiana kepada para pengunjung pantai.

Bakteri Vibrio vulnificus dikenal sangat menyukai lingkungan air laut hangat serta perairan payau di muara dan laguna pesisir Teluk Meksiko. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, perubahan iklim turut memicu perluasan habitat bakteri ini ke wilayah yang lebih utara setiap tahunnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat tingkat kefatalan infeksi bakteri ini mencapai satu dari lima kasus. Risiko tertinggi umumnya mengancam para lanjut usia, penderita penyakit hati, diabetes, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh melemah.

Topics
kesehatan bakteri pemakan daging vibrio vulnificus louisiana teluk meksiko amerika serikat penyakit infeksi cdc
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.