Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Todd Blanche Jadi Jaksa Agung AS,...
NASIONAL

Todd Blanche Jadi Jaksa Agung AS, Hak Aborsi Hadapi Ancaman Serius

By Dewi Lestari • 2 min read • 8 Agustus 2026
Gedung Departemen Kehakiman Amerika Serikat sebagai ilustrasi penunjukan Todd Blanche

Gedung Departemen Kehakiman Amerika Serikat sebagai ilustrasi penunjukan Todd Blanche

Jaksa Agung baru Amerika Serikat Todd Blanche resmi menduduki jabatannya setelah melalui proses konfirmasi ketat di Senat. Berdasarkan pengamatan redaksi, penunjukan tokoh tersebut langsung memicu kekhawatiran mendalam dari berbagai kelompok pemerhati hak reproduksi perempuan di seluruh negeri.

Nancy Northup selaku pimpinan Center for Reproductive Rights menyebut konfirmasi Blanche sebagai tanda bahaya bagi masa depan hak-hak reproduksi. Menurut laporan, kekhawatiran itu mencuat setelah rekaman audio lama memperlihatkan komitmen Blanche untuk menjadikan aturan pembatasan aborsi berlaku permanen di setiap negara bagian.

Berdasarkan analisis awak media, pemerintahan di bawah kepemimpinan Donald Trump berpotensi meninjau kembali interpretasi Undang-Undang Comstock tahun 1873 untuk membatasi pengiriman obat aborsi melalui pos. Kebijakan tersebut dikhawatirkan mampu memangkas akses layanan kesehatan reproduksi yang selama ini dilindungi oleh undang-undang di negara bagian progresif.

Meskipun Donald Trump sebelumnya menyatakan regulasi aborsi merupakan urusan masing-masing negara bagian, kelompok penentang aborsi terus mendesak pengetatan aturan federal. Perdebatan sengit mengenai peredaran obat mifepristone serta peninjauan ulang kebijakan Departemen Kehakiman diperkirakan menjadi fokus utama pertempuran hukum lanjutan di tingkat nasional.

Topics
todd blanche jaksa agung aborsi donald trump amerika serikat hukum kesehatan
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.