Jaksa Agung baru Amerika Serikat Todd Blanche resmi menduduki jabatannya setelah melalui proses konfirmasi ketat di Senat. Berdasarkan pengamatan redaksi, penunjukan tokoh tersebut langsung memicu kekhawatiran mendalam dari berbagai kelompok pemerhati hak reproduksi perempuan di seluruh negeri.
Nancy Northup selaku pimpinan Center for Reproductive Rights menyebut konfirmasi Blanche sebagai tanda bahaya bagi masa depan hak-hak reproduksi. Menurut laporan, kekhawatiran itu mencuat setelah rekaman audio lama memperlihatkan komitmen Blanche untuk menjadikan aturan pembatasan aborsi berlaku permanen di setiap negara bagian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media, pemerintahan di bawah kepemimpinan Donald Trump berpotensi meninjau kembali interpretasi Undang-Undang Comstock tahun 1873 untuk membatasi pengiriman obat aborsi melalui pos. Kebijakan tersebut dikhawatirkan mampu memangkas akses layanan kesehatan reproduksi yang selama ini dilindungi oleh undang-undang di negara bagian progresif.
Meskipun Donald Trump sebelumnya menyatakan regulasi aborsi merupakan urusan masing-masing negara bagian, kelompok penentang aborsi terus mendesak pengetatan aturan federal. Perdebatan sengit mengenai peredaran obat mifepristone serta peninjauan ulang kebijakan Departemen Kehakiman diperkirakan menjadi fokus utama pertempuran hukum lanjutan di tingkat nasional.