Kebijakan penambahan watermark tersembunyi pada teks buatan Claude AI resmi diumumkan oleh perusahaan pengembang Anthropic sebagai langkah strategis mematuhi aturan EU AI Act Article 50(2).
Menurut pengamatan Kabayan News, penyematan tanda air digital ini bekerja di tingkat model sehingga tidak mengubah respons asli maupun terlihat oleh mata pengguna secara langsung.
Berdasarkan laporan The Hindu, tanda air tersebut dirancang agar tetap menempel meskipun teks disalin, ditempel, atau mengalami proses penyuntingan ringan oleh pengguna.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan dalam pembaruan kebijakan global tersebut, jutaan pengguna kini mulai mempertanyakan ulang pemanfaatan asisten kecerdasan buatan untuk keperluan profesional maupun akademik.
Dari analisis Kabayan News, risiko muncul ketika karya tulis murni manusia yang sekadar diparaf atau diterjemahkan menggunakan Claude berpotensi ikut tercapai penanda digital tersebut.
Meskipun pihak Anthropic mengakui potensi ketidakakuratan seperti hasil positif atau negatif palsu, kehadiran watermark ini tetap mengubah lanskap verifikasi konten digital secara masif.