Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kemitraan Opel dan Leapmotor, Kota...
INTERNASIONAL

Kemitraan Opel dan Leapmotor, Kota Ruesselsheim Hadapi Masa Depan Baru

By Dewi Lestari 2 min read 17 Agustus 2026
Pabrik Opel di Ruesselsheim Jerman

Pabrik Opel di Ruesselsheim Jerman

Produsen mobil asal Jerman Opel memperkuat langkah strategis dengan menggandeng perusahaan asal China, Leapmotor, untuk memproduksi SUV baru guna menghadapi ketatnya persaingan pasar kendaraan listrik global. Berdasarkan laporan, kolaborasi tersebut memanfaatkan keahlian Leapmotor dalam teknologi kendaraan listrik serta produksi berbiaya rendah, sementara para insinyur lokal Opel difokuskan pada pengerjaan desain kendaraan konvensional.

Berdasarkan pengamatan Kabayan News, langkah tersebut memicu kecemasan mendalam di Ruesselsheim, kota di tepi Sungai Rhein yang selama puluhan tahun bergantung pada industri otomotif tersebut. Induk perusahaan multinasional Stellantis sebelumnya mengumumkan pemangkasan 650 posisi teknik dari total 1.650 tenaga kerja di pusat pengembangan Ruesselsheim di tengah gelombang efisiensi industri otomotif Jerman.

"Di Prancis dan Italia mereka merekrut, sedangkan di Jerman kami hanya memotong lapangan kerja," ujar Daniel Bremm selaku perwakilan serikat pekerja IG Metall. Ia menilai risiko terbesar dari transformasi ini adalah penurunan tingkat teknologi, di mana pusat teknik lokal berpotensi direduksi menjadi sekadar pusat adaptasi bagi kendaraan yang dirancang di tempat lain.

Di sisi lain, Kepala Eksekutif Opel Florian Huettl menegaskan bahwa kehadiran produsen China di Eropa adalah realitas pasar yang tidak bisa dihindari. Menurut data dari laporan AFP, pabrikan China telah menguasai 9 persen pasar Uni Eropa dalam lima bulan pertama tahun 2026 dan meningkat menjadi 10,5 persen pada Juni.

"Kemitraan Leapmotor menggabungkan keahlian industri Jerman dengan keahlian perangkat lunak perusahaan China untuk menciptakan yang terbaik dari kedua dunia," ungkap Huettl. Tim Ruesselsheim akan kembali fokus pada kompetensi inti seperti komponen sasis, kursi, pencahayaan, kemudi, serta sistem bantuan pengemudi.

Wali Kota Ruesselsheim Patrick Burghardt mengakui bahwa pemangkasan tenaga kerja memberikan dampak nyata bagi warganya, mengingat Opel kini bukan lagi penyerap tenaga kerja terbesar di kota tersebut setelah posisinya tergeser oleh Bandara Frankfurt. Meskipun demikian, pemerintah kota tetap berupaya melakukan diversifikasi ekonomi dengan mengubah lahan industri seluas 140.000 meter persegi menjadi pusat teknologi hidrogen hijau guna menyongsong masa depan.

Topics
opel leapmotor ruesselsheim stellantis otomotif jerman china kendaraan listrik
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.