Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kisah Tugu Ground Zero, Perjalanan...
INTERNASIONAL

Kisah Tugu Ground Zero, Perjalanan Baja Maut 9/11 Keliling Amerika

By Dewi Lestari 3 min read 20 Agustus 2026
Balok baja South Tower WTC dibawa keliling Amerika oleh Tunnel to Towers Foundation

Balok baja South Tower WTC dibawa keliling Amerika oleh Tunnel to Towers Foundation

Tunnel to Towers Foundation membawa sebatang balok baja monumental yang berasal dari reruntuhan South Tower dalam bagian akhir perjalanan sejauh 10.500 mil melintasi berbagai wilayah di Amerika Serikat. Rangkaian tur ini digelar untuk mendekatkan serpihan sejarah Ground Zero kepada masyarakat luas menjelang peringatan 25 tahun tragedi serangan 11 September.

"Tur ini bertujuan untuk memastikan setiap generasi dapat mengenang dan benar-benar memahami apa yang terjadi 25 tahun lalu," ujar Frank Siller selaku chairman sekaligus CEO Tunnel to Towers Foundation dalam keterangan resminya.

Balok baja yang memiliki berat 16.900 pon dengan panjang 21 kaki tersebut dijadwalkan menyambangi lebih dari 20 negara bagian yang berbeda. Setiap perhentian dalam tur ini menghadirkan berbagai acara khusus yang melibatkan kehadiran pejabat lokal, petugas pemadam kebakaran, personel penyelamat pertama, serta pengurus yayasan.

Keberadaan balok baja ini berfungsi sebagai tugu peringatan keliling guna menghormati para korban jiwa serta keberanian para petugas penyelamat pertama yang gugur pada saat tragedi 9/11 maupun tahun-tahun sesudahnya.

Jalur Perjalanan Serpihan Menara Kembar

"Steel Across America adalah janji kami untuk membawa sepotong sejarah suci ini ke setiap sudut negeri demi menghormati warga sipil, petugas penyelamat, serta anggota militer yang mengorbankan nyawa," tambah Siller menjelaskan misi utama dari kampanye tersebut.

Yayasan yang didirikan oleh Frank Siller ini mendedikasikan seluruh kegiatannya untuk mengenang mendiang saudaranya, Stephen Siller, seorang petugas pemadam kebakaran FDNY yang gugur saat menanggapi panggilan darurat serangan tersebut.

Truk pembawa balok baja tersebut mulai bergerak pada tanggal 2 Mei, dengan mengambil titik awal keberangkatan dari kawasan Lower Manhattan di New York. Kendaraan ekspedisi ini melintasi hampir separuh wilayah negara sebelum nantinya tiba di tujuan akhir yakni Stadion MetLife di New Jersey.

Selama perjalanan panjangnya, balok baja bersejarah itu dipamerkan di berbagai museum, alun-alun kota, arena pertandingan olahraga, hingga kompleks Gedung Putih. Setelah rangkaian tur selesai, serpihan baja tersebut akan dikembalikan ke lokasi Ground Zero bertepatan dengan hari peringatan seperempat abad peristiwa kelam itu.

Salah satu sekolah yang menjadi tempat persinggahan truk tur ini adalah SD Emma E. Booker di Sarasota, Florida. Di sekolah dasar inilah mantan Presiden George W. Bush dahulu menerima kabar bahwa Amerika Serikat sedang berada di bawah serangan pada tanggal 11 September 2001.

Selain menggelar tur keliling sejarah, Tunnel to Towers Foundation secara konsisten menjalankan misi sosial dengan menyediakan rumah bebas cicilan bagi keluarga tentara serta petugas penyelamat yang gugur, sekaligus berupaya mengatasi persoalan tunawisma di kalangan veteran perang.

Topics
tunnel to towers 9/11 world trade center ground zero frank siller amerika serikat sejarah fdny
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.