Pasukan khusus Iran melancarkan 14 operasi darat di wilayah Sulaymaniyah dan Erbil, Irak utara, dengan menyasar sejumlah basis kelompok bersenjata yang menjadi oposisi pemerintah.
"Pasukan khusus komando kami telah melaksanakan 14 operasi darat di wilayah Sulaymaniyah dan Erbil terhadap pangkalan kelompok oposisi bersenjata," ujar penasihat panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Iran Mojtaba Jafari sebagaimana dilansir media lokal Entekhab.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeJafari menyampaikan bahwa operasi militer tersebut berhasil menewaskan sejumlah pejuang dari kelompok oposisi serta menangkap beberapa orang lainnya dalam rangkaian penyergapan itu.
Lebih lanjut, ia mengeklaim seluruh personel militer yang diterjunkan dalam misi penyerangan tersebut berhasil kembali ke wilayah Iran dengan selamat tanpa mengalami korban jiwa.
Tudingan Operasi Didalangi Intelijen Asing
Pemerintah Iran menuding serangan dari wilayah Kurdistan tersebut bagian dari skema yang dirancang oleh badan intelijen Amerika Serikat CIA dan Mossad Israel.
"Dokumen strategi keamanan nasional serta literatur terkait secara eksplisit menyatakan bahwa strategi untuk melemahkan Iran adalah dengan memecahnya menjadi kelompok-kelompok kecil," ujar juru bicara Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Hassan Ghashghavi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang di Pemerintahan Daerah Kurdistan maupun otoritas Irak terkait klaim operasi militer lintas batas tersebut.
Aksi militer ini menambah deretan ketegangan di kawasan perbatasan menyusul dinamika keamanan regional yang melibatkan Iran serta tekanan geopolitik dari Amerika Serikat dan Israel.