Sebagaimana diwartakan oleh media Haberturk, wilayah Turkiye saat ini tengah menghadapi gelombang panas bersumber dari Afrika yang diperkirakan masih akan berlangsung selama empat hari ke depan atau hingga Kamis, 27 Agustus.
Menurut keterangan dari pengamat dan ahli iklim, kondisi cuaca ekstrem ini membawa dampak signifikan berupa kenaikan suhu yang cukup drastis di berbagai wilayah di penjuru negeri.
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Murat Türkeş selaku anggota Dewan Pengurus Pusat Penelitian dan Aplikasi Kebijakan dan Perubahan Iklim Universitas Bogazici, gelombang panas tropis ini menjangkau wilayah Mediterania Tengah dan Balkan melalui Cekungan Laut Hitam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProf. Dr. Murat Türkeş menjelaskan bahwa suhu udara di sebagian besar wilayah Turkiye berpotensi berada di kisaran 3 hingga 6 derajat Celcius lebih tinggi dari rata-rata normal biasanya.
Dikutip dari laporan media setempat, fenomena cuaca panas menyengat ini membuat suhu di banyak kota melonjak melebihi standar musiman yang biasa dirasakan oleh warga setempat.
Selain peningkatan temperatur udara, wilayah pesisir Laut Mediterania dan Aegea, khususnya bagian Timur, juga akan menghadapi tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Tingginya kadar kelembapan ini dikhawatirkan dapat memperparah tingkat kenyamanan masyarakat karena suhu yang dirasakan akan terasa jauh lebih panas daripada angka termometer sebenarnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Türkeş menambahkan bahwa gelombang panas tersebut diperkirakan baru akan mulai mereda secara bertahap pada hari Kamis, 27 Agustus mendatang.
Kendati demikian, ia juga mengingatkan bahwa kondisi suhu di atas normal kemungkinan besar masih akan terus berlanjut hingga pekan pertama bulan September.
Menanggapi situasi ini, pihak berwenang dan para ahli mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gelombang panas serta risiko kekeringan dan kebakaran hutan yang dapat meningkat akibat cuaca ekstrem.