Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mendesak negaranya untuk memperkuat kemampuan militer mandiri pada Selasa setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengurangan latihan militer gabungan.
Pernyataan tersebut disampaikan Lee dalam rapat kabinet yang digelar pada Selasa, sehari setelah latihan tahunan Ulchi Freedom Shield dimulai dengan melibatkan berbagai unsur pertahanan.
Donald Trump sebelumnya mengumumkan via media sosial bahwa dirinya telah memerintahkan pengurangan keterlibatan Amerika Serikat secara substansial dalam latihan militer bersama tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTrump beralasan latihan tersebut menampilkan nada yang terlalu bermusuhan terhadap Korea Utara, di tengah hubungan diplomatiknya yang dinilai hangat dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Fokus Pertahanan dan Program Kapal Selam Nuklir
Menanggapi langkah tersebut, Lee menekankan bahwa latihan Ulchi Freedom Shield merupakan agenda pertahanan murni yang dirancang untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan semenanjung.
Lee menegaskan bahwa aliansi yang kuat menjadi fondasi keamanan yang kokoh, sehingga peningkatan kapasitas pertahanan mandiri sangat krusial bagi posisi negara sebagai sekutu.
Prioritas utama Korea Selatan tetap berfokus pada pemeliharaan perdamaian, namun negara harus selalu mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk yang mungkin terjadi di masa depan.
Dalam arahannya, Lee secara khusus menyebutkan pentingnya menggenjot program kapal selam bertenaga nuklir guna memperkuat armada pertahanan strategis nasional.
Pemerintahan Lee juga menyoroti dinamika hubungan Washington dan Pyongyang, di mana penasihat keamanan nasional Wi Sung lac menyatakan harapan terbukanya dialog damai yang bermakna.
Di sisi lain, Trump turut menyinggung penolakan Seoul untuk terlibat dalam konflik denuklirisasi Iran, yang menambah kompleksitas hubungan diplomatik kedua negara sekutu.