Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Donald Trump Perintah Pangkas...
INTERNASIONAL

Donald Trump Perintah Pangkas Latihan Militer, Korsel AS Kurangi Durasi

By Dewi Lestari 1 min read 19 Agustus 2026
Korea Selatan dan Amerika Serikat pangkas durasi latihan militer atas perintah Donald Trump

Korea Selatan dan Amerika Serikat pangkas durasi latihan militer atas perintah Donald Trump

Korea Selatan dan Amerika Serikat memperpendek durasi latihan militer gabungan serta memangkas latihan lapangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengurangan substansial pada agenda perang tahunan tersebut.

Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, latihan Ulchi Freedom Shield yang dimulai pada 17 Agustus dipangkas dari 11 hari menjadi lima hari dan dijadwalkan berakhir pada 21 Agustus sebagaimana diumumkan oleh Kepala Gabungan Staf Korea Selatan.

Dari analisis Kabayan News, penyesuaian durasi tersebut disetujui atas usul Washington dengan beberapa manuver lapangan gabungan yang turut dikurangi skalanya untuk menjaga kesiapan esensial tanpa menurunkan tujuan pelatihan.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menyatakan dalam rapat dengar pendapat parlemen bahwa para pejabat pemerintah baik di Seoul maupun Washington tidak mengetahui rencana perintah pemangkasan tersebut sebelumnya.

Sebagaimana dilaporkan oleh The Wall Street Journal, Presiden Trump juga dilaporkan terus mendorong para pembantunya guna mengatur pertemuan langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secepatnya pada musim gugur mendatang.

Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan untuk memperkuat pertahanan negara tersebut, yang merupakan warisan dari Perang Korea 1950 hingga 1953 yang berakhir melalui gencatan senjata.

Topics
donald trump korea selatan amerika serikat militer kim jong un ulchi freedom shield al jazeera
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.