Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil MacKenzie Scott, Perjalanan...
INTERNASIONAL

Profil MacKenzie Scott, Perjalanan Filantropis dan Eks Istri Bezos

By Dewi Lestari 2 min read 14 Agustus 2026
Potret MacKenzie Scott filantropis dan mantan istri pendiri Amazon

Potret MacKenzie Scott filantropis dan mantan istri pendiri Amazon

MacKenzie Scott merupakan seorang novelis dan filantropis terkemuka asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai salah satu kontributor awal berdirinya Amazon.

Perempuan kelahiran San Francisco ini pernah menikah dengan pendiri Amazon, Jeff Bezos, dari tahun 1993 hingga resmi bercerai pada tahun 2019 lalu.

Dari proses perceraian tersebut, ia memperoleh kepemilikan saham yang menjadikannya salah satu wanita terkaya sekaligus figur berpengaruh di tingkat global.

Selain kiprah bisnisnya di masa lalu, ia juga meraih penghargaan American Book Award pada tahun 2006 melalui novel debut karyanya berjudul The Testing of Luther Albright.

Aksi Kemanusiaan dan Komitmen Donasi Yield Giving

Ia kini mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk kegiatan kemanusiaan dan mendistribusikan puluhan miliar dolar kekayaannya melalui lembaga Yield Giving.

Komitmen sosial tersebut dibuktikan melalui penandatanganan kampanye Giving Pledge untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya bagi berbagai amal.

Berbagai yayasan nirlaba, organisasi kesetaraan, hingga lembaga pendidikan telah menerima dana bantuan bernilai fantastis dari inisiatif filantropi miliknya.

Melalui platform Yield Giving, ia menerapkan filosofi pemberian tanpa syarat demi mendukung komunitas serta organisasi kecil yang membutuhkan.

Total akumulasi donasi yang telah disalurkan hingga akhir tahun 2025 bahkan telah menembus angka puluhan miliar dolar untuk ribuan organisasi di dunia.

Topics
mackenzie scott jeff bezos amazon filantropi yield giving miliarder novelis amerika serikat
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.