Saham MARA Holdings Inc yang tercatat di bursa NASDAQ dengan sandi MARA melonjak 15,58 persen dan ditutup pada level USD 11,15 pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026. Lonjakan harga saham tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Kongres untuk mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang Clarity Act.
RUU Clarity Act merupakan usulan undang-undang federal yang dirancang untuk membangun kerangka hukum bagi aset kripto dengan membagi pengawasan antara Securities and Exchange Commission serta Commodity Futures Trading Commission. Pengesahan regulasi ini diyakini memperluas adopsi kripto sekaligus memberikan angin segar bagi perusahaan penambangan dan pemegang cadangan aset digital seperti MARA Holdings Inc yang menguasai 35.577 Bitcoin pada semester pertama tahun ini.
Seiring dengan pernyataan tersebut, harga Bitcoin turut merangkak naik menembus level USD 72.000 hingga mencapai USD 73.000 pada saat penulisan laporan ini. Kenaikan harga aset digital utama ini memicu aksi beli masif dari investor yang memburu saham-saham perusahaan penambangan kripto seperti MARA Holdings Inc, Bitdeer Technologies, Cipher Digital, Riot Platforms, dan CleanSpark.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi tengah reli harga saham tersebut, kinerja keuangan MARA Holdings Inc pada kuartal kedua tahun ini mencatatkan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar USD 609,7 juta, berbalik dari laba bersih sebesar USD 808 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian tersebut sebagian besar disebabkan oleh penurunan nilai wajar aset digital sebesar USD 343 juta, sehingga pemulihan harga Bitcoin menjadi faktor krusial bagi kinerja keuangan perusahaan ke depan.
Faktor Katalis Penting di Balik Lonjakan Saham Kripto
Analis dari Standard Chartered melalui Head of Digital Assets Research Geoffrey Kendrick bahkan memproyeksikan para pelaku pasar kini tengah bersiap menghadapi kemungkinan Bitcoin menyentuh level USD 100.000 pada akhir tahun. Sementara itu, pemungutan suara prosedural untuk RUU Clarity Act dijadwalkan berlangsung pada 15 September mendatang setelah sebelumnya sempat tertahan di Senat akibat perbedaan pandangan politik dan perlawanan dari industri perbankan.
Pergerakan harga saham MARA Holdings Inc selanjutnya sangat bergantung pada kepastian regulasi serta tren harga Bitcoin di pasar global. Para pelaku pasar kini memantau secara ketat perkembangan politik di Kongres Amerika Serikat terkait nasib RUU Clarity Act yang dijadwalkan menghadapi voting penting pada September mendatang.
Meskipun menghadapi tantangan dari sektor perbankan, percepatan regulasi ini dinilai mampu memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi ekosistem aset digital secara keseluruhan. Perusahaan penambangan kripto seperti MARA Holdings Inc menjadi salah satu entitas korporasi yang paling diuntungkan jika kerangka regulasi tersebut resmi disahkan oleh pemerintah federal.
Analis pasar memperkirakan valuasi aset kripto secara keseluruhan berpotensi melambung hingga 50 persen menjelang akhir tahun seiring meningkatnya minat institusional dan retail. Kenaikan tersebut diharapkan mampu memperbaiki neraca keuangan perusahaan tambang yang sebelumnya tertekan oleh fluktuasi harga aset digital pada paruh pertama tahun ini.
Para investor disarankan untuk tetap memperhatikan volatilitas harga Bitcoin sebagai indikator utama sebelum mengambil keputusan investasi pada saham-saham berbasis aset digital. Sentimen positif dari kebijakan makroekonomi dan kejelasan regulasi Amerika Serikat diprediksi menjadi penentu arah tren pasar kripto hingga akhir tahun 2026.