Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Utang AS Tembus 40 Triliun USD,...
EKONOMI

Utang AS Tembus 40 Triliun USD, Memicu Lonjakan Permintaan Bitcoin

By Wulan Novitasari 2 min read 20 Agustus 2026
Utang pemerintah Amerika Serikat menembus 40 triliun USD dan memicu permintaan Bitcoin

Utang pemerintah Amerika Serikat menembus 40 triliun USD dan memicu permintaan Bitcoin

Utang pemerintah Amerika Serikat resmi mencatatkan rekor tertinggi dengan menembus angka 40 triliun USD untuk pertama kalinya dalam sejarah. Berdasarkan data Departemen Keuangan AS pada hari Selasa, total kewajiban finansial tersebut berada di kisaran 40,05 triliun USD, atau setara dengan beban sekitar 119.700 USD bagi setiap warga negara.

Lonjakan angka utang ini memicu kekhawatiran luas di kalangan para pelaku pasar keuangan mengenai potensi terbentuknya lingkaran setan fiskal. Beban pembayaran bunga utang tahunan kini telah mendekati angka 1,2 triliun USD, menjadikannya pos pengeluaran terbesar ketiga bagi pemerintah federal setelah Jaminan Sosial dan Medicare.

Defisit anggaran bulanan yang kian melebar turut memperparah situasi ekonomi makro dalam negeri. Pemerintah mencatat defisit belanja yang signifikan dengan penambahan utang triliunan dalam kurun waktu yang sangat singkat, mencerminkan kecepatan akumulasi pinjaman yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir.

Para pengamat pasar mencatat bahwa peningkatan beban utang ini turut mengubah lanskap investasi secara global. Di tengah tekanan fiskal yang kian membebani mata uang fiat, aset digital seperti Bitcoin kembali dilirik sebagai instrumen lindung nilai alternatif oleh sebagian pelaku pasar.

Tekanan Pasar Obligasi dan Kebijakan Suku Bunga

Tekanan pada pasar obligasi pemerintah AS semakin meningkat seiring dengan aksi jual yang dilakukan oleh para investor. Imbal hasil atau yield obligasi tenor 10 tahun tercatat berada di level 4,72 persen pada pertengahan Agustus 2026, mencerminkan tingginya premi risiko yang diminta pasar untuk meminjamkan dana kepada Washington.

Departemen Keuangan AS merespons dinamika pasar tersebut dengan menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang guna menstabilkan kondisi pasar keuangan. Langkah intervensi ini dilakukan setelah tekanan jual sempat mendorong imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun ke level yang cukup mengkhawatirkan.

Di sisi lain, bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve mempertahankan sikap yang cenderung berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya. Risalah pertemuan terbaru menunjukkan adanya perdebatan di antara para pejabat mengenai opsi suku bunga di tengah bayang-bayang inflasi yang belum sepenuhnya mereda.

Kendati dihadapkan pada ketidakpastian kebijakan moneter dan volatilitas pasar, minat institusional terhadap aset kripto tetap menunjukkan ketahanan. Sejumlah korporasi besar tercatat terus mengakumulasi kepemilikan Bitcoin sebagai strategi jangka panjang dalam menghadapi risiko pelemahan nilai mata uang global.

Topics
utang as bitcoin ekonomi obligasi federal reserve keuangan inflasi
Jurnalis Bisnis & Teknologi

Wulan Novitasari adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan bisnis, teknologi, dan ekonomi digital. Dengan ketertarikannya pada inovasi dan disruption, ia aktif mengulas tren startup, fintech, hingga cryptocurrency. Tulisannya memberikan wawasan mendalam bagi pembaca yang ingin memahami lanskap bisnis dan teknologi yang terus berubah.