Sejarah dan Perjalanan Undang-Undang Future Trading Act 1921
Future Trading Act of 1921 merupakan undang-undang federal Amerika Serikat yang disetujui pada tanggal 24 Agustus 1921 oleh Kongres Amerika Serikat ke-67. Peraturan ini dirancang khusus untuk membuat sistem regulasi terhadap kontrak berjangka gandum serta bursa tempat komoditas tersebut diperdagangkan. Regulasi ini menjadi undang-undang federal kedua yang berupaya mengatur kontrak berjangka setelah Undang-Undang Anti-Gold Futures tahun 1864 yang berumur pendek.
Inisiatif pembuatan undang-undang ini bermula dari kebutuhan mendesak untuk menertibkan pasar komoditas gandum yang berkembang pesat pada masa itu. Pemerintah federal memandang perlunya pengawasan yang lebih ketat guna melindungi para pelaku pasar serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. Melalui undang-undang ini, pemerintah berupaya menetapkan standar operasional yang wajib dipatuhi oleh berbagai bursa perdagangan di seluruh negeri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam implementasinya, undang-undang ini mengenakan pajak yang cukup tinggi, yaitu 20 sen per gantang, pada setiap kontrak penjualan gandum untuk pengiriman di masa depan. Aturan perpajakan ini hanya dikecualikan bagi bursa-bursa yang telah diatur dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat. Besaran pajak tersebut dianggap sebagai jumlah yang sangat signifikan berdasarkan standar perekonomian pada masa itu.
Kendati demikian, umur undang-undang ini tidak bertahan lama setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa regulasi tersebut bertentangan dengan konstitusi dalam kasus Hill v. Wallace pada tahun 1922. Putusan ini kemudian menjadi landasan bagi pembentukan undang-undang pengganti yang lebih selaras dengan batasan konstitusional. Meskipun singkat, regulasi ini menandai tonggak penting dalam sejarah evolusi pengawasan pasar keuangan di Amerika Serikat.
Latar Belakang dan Proses Pembentukan
Latar belakang penyusunan undang-undang ini berakar dari dinamika pasar komoditas pertanian pasca-Perang Dunia I yang memerlukan pengawasan hukum lebih jelas. Para pembuat kebijakan di Kongres melihat adanya celah dalam perdagangan kontrak berjangka gandum yang kerap menimbulkan ketidakstabilan harga. Kebutuhan akan perlindungan bagi petani dan konsumen menjadi dorongan utama di balik perumusan regulasi ini.
Rancangan undang-undang ini pertama kali diperkenalkan di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai H.R. 5676 oleh Jasper N. Tincher dari Partai Republik asal Kansas pada tanggal 3 Mei 1921. Usulan tersebut kemudian melalui tahap telaah mendalam di bawah panitia pertanian DPR sebelum akhirnya disetujui oleh majelis rendah pada bulan Mei tahun yang sama.
Setelah melalui serangkaian pembahasan panjang di tingkat komite bersama, laporan akhir disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat pada akhir Agustus 1921. Dukungan politik yang kuat dari berbagai pihak di Kongres memungkinkan rancangan undang-undang ini segera dikirimkan kepada eksekutif untuk disahkan.
Presiden Warren G. Harding secara resmi menandatangani undang-undang ini menjadi hukum pada tanggal 24 Agustus 1921. Penandatanganan ini mencerminkan komitmen pemerintahan saat itu dalam menata ulang sektor pertanian dan perdagangan melalui instrumen kebijakan fiskal serta regulasi federal.
Dampak Hukum dan Warisan Regulasi
Dampak hukum dari pengesahan undang-undang ini langsung dirasakan oleh para pelaku bursa komoditas dan pedagang gandum di seluruh Amerika Serikat. Pemberlakuan pajak yang tinggi memaksa bursa-bursa perdagangan untuk beradaptasi dengan ketentuan pengawasan ketat yang diawasi langsung oleh Departemen Pertanian. Hal ini mengubah lanskap operasional pasar berjangka secara signifikan.
Pengaruh undang-undang ini terhadap sistem hukum tata negara Amerika Serikat terlihat jelas ketika konstitusionalitasnya diuji di muka hukum. Mahkamah Agung Amerika Serikat dalam kasus penting Hill v. Wallace pada tanggal 15 Mei 1922 memutuskan bahwa ketentuan dalam undang-undang tersebut melampaui kewenangan konstitusional Kongres.
Putusan pengadilan tertinggi tersebut tidak menghentikan upaya pemerintah, melainkan membuka jalan bagi lahirnya peraturan baru yang lebih komprehensif. Sekitar satu tahun berselang, Undang-Undang Grain Futures tahun 1922 disahkan sebagai respons hukum untuk mengatasi kelemahan konstitusional dari regulasi sebelumnya dan berhasil dinyatakan sah.
Warisan abadi dari Future Trading Act of 1921 terletak pada perannya sebagai fondasi awal evolusi regulasi pasar komoditas modern di Amerika Serikat. Pengalaman dari penerapan dan pembatalan undang-undang ini memberikan pelajaran berharga bagi para legislator dalam merancang undang-undang pasar keuangan yang sejalan dengan konstitusi di masa depan.