Sejarah dan Arsitektur United States Capitol Dome
Kubah United States Capitol merupakan salah satu landmark paling terkenal yang menjulang di atas rotunda Gedung Capitol di Washington, D.C. Struktur ikonis ini memiliki tinggi 288 kaki atau sekitar 88 meter serta diameter mencapai 96 kaki atau 29 meter. Di puncaknya berdiri megah Patung Kebebasan yang menyempurnakan keindahan arsitektur bangunan tersebut.
Asal-usul pembangunan kubah ini bermula dari kompetisi desain yang disponsori oleh Thomas Jefferson atas permintaan Presiden George Washington pada tahun 1792. Dokter William Thornton keluar sebagai pemenang dengan rancangan Neoklasik yang terinspirasi dari Pantheon Romawi. Desain awal tersebut kemudian mengalami berbagai perubahan oleh arsitek-arsitek penerusnya sebelum akhirnya dibangun dalam bentuk yang dikenal saat ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKubah saat ini bukanlah struktur batu biasa, melainkan konstruksi besi cor seberat 9,1 juta pon yang dicat sedemikian rupa agar menyerupai batu bangunan di bawahnya. Terdiri dari dua kubah yang saling bersarang, interior bangunan ini dihiasi oleh karya lukisan dinding monumental karya Constantino Brumidi yang berjudul The Apotheosis of Washington. Pengerjaannya melibatkan foundry besi Janes, Fowler, Kirtland & Co. dari New York.
Hingga kini, kubah Gedung Capitol tetap menjadi pusat orientasi peta jalan di Washington, D.C., serta lambang persatuan nasional. Berbagai upaya restorasi secara berkala terus dilakukan untuk menjaga keawetan struktur bersejarah ini dari ancaman korosi dan kerusakan waktu agar tetap dapat dikagumi oleh generasi mendatang.
Sejarah Pendirian dan Awal Mula
Gagasan mengenai kubah pada bangunan Capitol berakar dari rancangan awal William Thornton pada akhir abad ke-18 yang mengadopsi gaya arsitektur klasik Romawi. Dalam perkembangannya, para arsitek berikutnya seperti Benjamin Henry Latrobe dan Charles Bulfinch melakukan sejumlah modifikasi eksterior demi meningkatkan estetika bangunan. Charles Bulfinch kemudian berhasil merampungkan kubah pertama berbahan kayu dan tembaga pada tahun 1823.
Seiring dengan pertumbuhan pesat Amerika Serikat dan penambahan negara bagian baru, kapasitas Gedung Capitol mulai melampaui batas tampungnya. Di bawah kepemimpinan arsitek Thomas U. Walter, sayap utara dan selatan gedung diperluas secara signifikan. Perluasan ini membuat kubah buatan Bulfinch tampak tidak proporsional dan memicu desakan dari Kongres untuk membangun kubah yang jauh lebih besar.
Perencanaan kubah besi cor yang kedua dimulai pada Mei 1854 dengan mempertimbangkan aspek estetika serta ketahanan terhadap bahaya kebakaran. Walter terinspirasi oleh berbagai kubah besar di Eropa seperti Pantheon di Paris dan Katedral Santo Paulus di London. Desain barunya menampilkan struktur tinggi bertingkat dengan kolom-kolom penopang yang elegan.
Presiden Franklin Pierce kemudian menyetujui anggaran dana pada Maret 1855 untuk memulai proyek ambisius tersebut. Pembongkaran kubah lama Bulfinch segera dilakukan pada bulan September di tahun yang sama, menandai dimulainya era baru konstruksi kubah besi cor yang dirancang untuk menampung peningkatan aktivitas legislatif.
Perkembangan dan Restorasi Berkelanjutan
Konstruksi kubah besi cor kedua memakan waktu sekitar sebelas tahun di bawah pengawasan ketat para insinyur dan arsitek terkemuka. Pada Desember 1863, Patung Kebebasan berhasil dipasang di puncak kubah setelah melalui penyesuaian desain struktural. Meskipun Thomas Walter mengundurkan diri pada tahun 1865, proyek ini berhasil diselesaikan di bawah penggantinya, Edward Clark, pada awal tahun 1866.
Selama lebih dari satu abad, kubah ini telah melalui berbagai fase pemeliharaan untuk mengatasi masalah pelapukan dan korosi besi. Pada tahun 2012 dan 2013, kajian mendalam dilakukan oleh Architect of the Capitol untuk merencanakan perbaikan komprehensif pada struktur eksterior dan interior rotunda. Kerusakan seperti karat dan retakan kecil menuntut perhatian khusus demi keselamatan bangunan.
Proyek restorasi besar-besaran senilai 60 juta dolar Amerika Serikat kemudian diluncurkan pada awal tahun 2014 untuk memperbaiki kerusakan air dan mengecat ulang seluruh permukaan besi. Penggunaan teknik penjahitan logam dan pemasangan pin baja diterapkan guna memperkuat struktur yang menua. Pemasangan perancah khusus di sekitar kubah menjadi pemandangan yang lazim sebelum akhirnya diselesaikan menjelang pelantikan presiden tahun 2017.
Warisan arsitektural dari United States Capitol dome tidak hanya mencerminkan kemajuan teknik abad kesembilan belas, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah politik Amerika Serikat. Arsip dan dokumen penting terkait pembangunan mahakarya ini kini disimpan dengan baik di Perpustakaan Universitas Cornell sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa.