Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Simon Stone, Sutradara Teater yang...
INTERNASIONAL

Simon Stone, Sutradara Teater yang Mengubah Trauma Jadi Karya

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 31 Juli 2026
Simon Stone, sutradara dan penulis film The Daughter serta The Dig, dalam sesi wawancara

Simon Stone, sutradara dan penulis film The Daughter serta The Dig, dalam sesi wawancara

Simon Stone adalah sutradara film dan teater asal Australia yang lahir di Basel, Swiss, pada 1984. Ia menghabiskan masa kecilnya di Melbourne dan Cambridge, Inggris, sebelum memutuskan menjadi aktor di usia 15 tahun dan membaca seluruh karya Shakespeare secara kronologis.

Tragedi menghantui masa remaja Stone ketika ayahnya, Stuart Stone, seorang biokimiawan, meninggal karena serangan jantung di usia 45 tahun. Simon yang saat itu berusia 12 tahun menyaksikan langsung kejadian itu. Ia mengakui trauma tersebut sangat mempengaruhi karya-karyanya.

Stone memulai kariernya di dunia teater dengan mendirikan The Hayloft Project pada 2007. Produksi perdananya, adaptasi Spring Awakening karya Frank Wedekind, sukses besar dan dipentaskan kembali di Belvoir St Theatre pada 2008. Kritikus memuji produksi itu sebagai "produksi yang membebaskan dan penuh amarah".

Pada 2011, Stone menjadi resident director di Belvoir dan menulis serta menyutradarai The Wild Duck, adaptasi dari Henrik Ibsen. Produksi ini menjadi ciri khasnya dan sukses dipentaskan di berbagai negara, termasuk Holland Festival.

Stone juga berkarya di Eropa, menjadi house director di Theater Basel sejak 2015. Ia menyutradarai Angels in America, John Gabriel Borkman yang membuatnya meraih Nestroy Theatre Prize 2015, serta opera Die tote Stadt. Pada 2018, Hotel Strindberg, proyek tentang karya August Strindberg, tayang perdana di Basel.

Bersama Ivo van Hove di Internationaal Theater Amsterdam, Stone menyutradarai Medea versinya sendiri, Husbands and Wives, Ibsen House, dan Flight 49. Adaptasi Yerma karya Federico García Lorca di Young Vic London pada 2016, dengan Billie Piper di peran utama, menuai pujian dan meraih Laurence Olivier Award untuk Revival Terbaik 2017.

Stone juga sukses di dunia opera. Ia menyutradarai Médée di Salzburg Festival 2019 dan Lucia di Lammermoor untuk Metropolitan Opera New York pada 2022 dengan latar Rust Belt Amerika. Ia juga menggarap Mefistofele untuk pembukaan musim Teatro dell'Opera di Roma pada 2023.

Di layar lebar, debut penyutradaraannya The Daughter (2015) tayang di Toronto International Film Festival dan meraih AACTA Award untuk Skenario Adaptasi Terbaik. Pada 2021, ia menyutradarai The Dig, film tentang penggalian arkeologi di Sutton Hoo yang mendapat sambutan hangat.

Stone masih aktif sebagai aktor dengan peran di film Kokoda, Jindabyne, Balibo, dan serial televisi seperti Blue Heelers serta City Homicide. Gaya penyutradaraannya kerap disebut "over-writing" karena ia mengolah naskah klasik menjadi karya intim dan sinematik melalui improvisasi bersama para pemain.

Baginya, teater adalah tempat berdebat tanpa kompromi. Ia meyakini bahwa tanpa argumen, seni tak akan lahir. Namun, ia juga mengakui bahwa seluruh karyanya berakar pada upaya mencari bahasa untuk mengungkapkan trauma kehilangan sang ayah.

Topics
simon stone sutradara australia teater film the daughter the dig young vic belvoir opera adaptasi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.