Fenomena cuaca Super El Nino diprediksi bakal melanda wilayah barat Amerika Serikat pada musim gugur hingga musim dingin mendatang dengan membawa ancaman curah hujan tinggi dan banjir pesisir. Berdasarkan pengamatan redaksi Kabayan News, peningkatan suhu permukaan laut yang mencapai lebih dari dua derajat celsius menjadikan siklus iklim kali ini sebagai salah satu yang terkuat pada abad ini.
Berdasarkan laporan National Oceanic and Atmospheric Administration, sistem cuaca tersebut diperkirakan bertahan hingga awal musim semi 2027. Dari analisis awak media Kabayan News, wilayah pesisir California menghadapi peluang sangat besar untuk mengalami curah hujan di atas rata-rata normal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeIlmuwan iklim dari UCLA, Daniel Swain, mengungkapkan bahwa fenomena ini drastis mengubah peluang cuaca menjadi jauh lebih basah. "Hal tersebut bakal memengaruhi serta meningkatkan probabilitas banjir pesisir, terutama selama peristiwa badai kuat atau air pasang tinggi," ujarnya dalam pertemuan virtual baru-baru ini.
Sejarah mencatat bahwa terjangan El Nino kerap memberikan dampak buruk bagi California, seperti kerusakan ribuan rumah akibat hantaman ombak besar dan abrasi ekstrem. Pakar dari Scripps Institution of Oceanography, Mark Merrifield, menilai bahwa berkurangnya area pantai memperbesar risiko hantaman gelombang terhadap garis pantai.
Meskipun curah hujan tinggi berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah, para ahli mengingatkan bahwa bencana ini tidak serta-merta menghapus ancaman kekeringan di barat daya AS secara keseluruhan. Joel Lisonbee dari University of Colorado Boulder menyampaikan bahwa pemulihan waduk membutuhkan curah hujan luar biasa tinggi yang sering kali disertai risiko korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Wilayah pesisir Teluk AS hingga Pantai Timur juga menghadapi potensi peningkatan cuaca ekstrem serupa seperti badai tornado dahsyat. Para ahli menyimpulkan bahwa fenomena alam ini sekaligus menjadi ujian kesiapsiagaan menghadapi masa depan perubahan iklim global.