Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang menyebabkan sejumlah sumber air baku atau intake milik Perumda Air Minum Kota Padang mengalami gangguan operasional serius. Tumpukan material berat terbawa arus deras akibat banjir parah menutupi saluran utama pengolahan air bersih.
Kepala Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein menyatakan bahwa material banjir berupa kayu, batu, pasir, dan lumpur menutup beberapa saluran intake. Kondisi tersebut memaksa petugas menghentikan sementara proses pengolahan air bersih ke sejumlah wilayah pelanggan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah titik intake utama yang mengalami gangguan parah mencakup Intake GUO, Intake Palukahan, Intake Gunung Pangilun, serta Intake Latung. Dampak dari penutupan ini dirasakan langsung oleh ribuan pelanggan di berbagai kecamatan seperti Koto Tangah, Nanggalo, dan Padang Utara.
Pihak manajemen memastikan tim teknis langsung dikerahkan ke lokasi terdampak untuk mempercepat proses pembersihan material. Upaya pemulihan dilakukan secara intensif agar aliran air baku dapat kembali masuk ke instalasi pengolahan.
Petugas Kerja Ekstra Keras Pulihkan Layanan Air
Tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang bekerja ekstra keras membersihkan tumpukan material sisa banjir yang menyumbat saluran intake sejak pagi hari. Hambatan berupa batu besar dan kayu menyulitkan proses pembersihan di beberapa titik terisolasi.
Adhie Zein menjelaskan bahwa pembersihan lumpur dan bebatuan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak infrastruktur pipa utama. Petugas menggunakan alat seadanya hingga alat berat untuk mempercepat normalisasi fungsi intake.
Distribusi air bersih dipastikan akan kembali normal secara bertahap begitu proses pembersihan dan pemeliharaan mesin selesai dilakukan sepenuhnya. Manajemen mengimbau warga terdampak untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung.
Perumda Air Minum Kota Padang terus memantau perkembangan cuaca di kawasan hulu guna mengantisipasi potensi susulan bencana alam. Langkah mitigasi darurat disiapkan untuk melindungi fasilitas vital dari ancaman banjir susulan.