Tim SAR Padang sukses mengevakuasi dua kru Kapal Halim Wijaya setelah mengalami mati mesin di perairan Pariaman, Sumatera Barat, di tengah hantaman cuaca buruk dan gelombang tinggi ekstrem.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik menyatakan bahwa insiden tersebut bermula pada Rabu, 5 Agustus 2026, ketika kapal mengalami gangguan mesin saat berada di tengah laut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Awalnya kru kapal berusaha memperbaiki kerusakan mesin, namun upaya tersebut tidak berhasil. Selanjutnya pemilik kapal melaporkan kejadian itu kepada Kantor SAR Padang pada pukul 22.40 WIB untuk meminta bantuan evakuasi," ujar Abdul Malik.
Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Tim SAR langsung mengerahkan KN Yudhistira dari Dermaga Bungus menuju titik koordinat kapal yang mengalami gangguan di perairan.
Hadapi Gelombang Ekstrem Tiga Meter
Operasi penyelamatan sempat menemui kendala berat akibat kondisi cuaca di laut yang memburuk secara drastis dalam perjalanan menuju lokasi.
Gelombang laut yang sebelumnya diprakirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 1,5 meter mendadak melonjak hingga mencapai hampir 3 meter.
Demi mengutamakan keselamatan personel dan armada, KN Yudhistira sempat memutuskan untuk berlindung kembali ke kawasan Bungus.
Kantor SAR Padang kemudian mengerahkan RIB 02 untuk melanjutkan misi pencarian hingga akhirnya seluruh kru ditemukan selamat pada Kamis pagi.