Sebagaimana diwartakan oleh CNN, bencana banjir bandang yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan China pekan lalu telah meninggalkan duka mendalam serta kerusakan infrastruktur yang masif. Pemerintah setempat bersama komunitas internasional terus berjibaku mempercepat proses evakuasi serta distribusi bantuan darurat bagi para penyintas yang terjebak di daerah terisolasi.
Menurut laporan Perdana Menteri Nepal Balendra Shah, hingga kini ribuan warga masih belum ditemukan dan operasi penyelamatan menghadapi tantangan berat akibat hancurnya jalur transportasi darat. "Hingga kini ribuan orang masih belum ditemukan dan jumlah korban terus berfluktuasi," ujar Shah dalam keterangan resminya.
Berdasarkan keterangan resmi pemerintah, bencana ini dipicu oleh longsoran es dan bebatuan gletser di kawasan Pegunungan Himalaya yang memicu meluapnya Sungai Bhotekoshi secara drastis. Perdana Menteri Shah menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan salah satu bencana terbesar di wilayah tersebut yang memperlihatkan kerentanan ekstrem akibat perubahan iklim.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeOrganisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa puluhan ribu warga di Nepal kini sangat membutuhkan bantuan mendesak, termasuk pasokan air bersih, layanan sanitasi, serta perlindungan bagi anak-anak dan ibu hamil. Di sisi lain, otoritas setempat terpaksa menyiapkan sebuah fosa atau pemakaman massal di Bharatpur guna menampung ratusan jenazah korban tak dikenal akibat kapasitas rumah sakit yang sudah penuh.