Uni Emirat Arab mengambil langkah tegas dengan menangguhkan seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi finansial dengan Iran menyusul tudingan bahwa Teheran menembakkan rudal balistik ke arah jalur navigasi maritim. Kebijakan ini memutus salah satu jalur komersial dan finansial terpenting yang dimiliki Republik Islam tersebut di tengah eskalasi kawasan.
"Langkah ini diambil menyusul eskalasi regional yang merusak perdamaian dan keamanan," demikian keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mengenai penangguhan yang berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Berdasarkan data perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia, Uni Emirat Arab sebelumnya memasok 31 persen impor Iran dengan nilai sekitar 21 miliar dolar AS pada tahun 2024, serta menjadi destinasi bagi 13 persen ekspor negara tersebut. Dubai juga selama ini berfungsi sebagai pintu gerbang utama bagi jaringan finansial Iran untuk menghindari sanksi internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebut klaim Uni Emirat Arab sebagai hal yang tidak berdasar. Juru bicara kementerian menilai tuduhan itu bertaruh pada prinsip bertetangga yang baik dan mengungkit apa yang mereka sebut sebagai riwayat operasi palsu di kawasan.
Dampak Pemutusan Hubungan Ekonomi Terhadap Teheran
Penghentian aktivitas komersial ini mengancam jalur penyelamatan ekonomi Iran yang selama bertahun-tahun sulit dijangkau oleh rangkaian sanksi dari Amerika Serikat. Para pengamat ekonomi mencatat bahwa Dubai telah lama berperan ganda sebagai jendela ekonomi bagi perdagangan global Iran.
Miad Maleki, seorang peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies dan mantan pejabat Departemen Keuangan Amerika Serikat, menilai bahwa langkah Uni Emirat Arab ini menutup celah ekonomi vital yang sebelumnya tidak dapat disentuh oleh militer Amerika Serikat.
"Uni Emirat Arab dan China adalah dua jalur darah ekonomi Iran. Jika Uni Emirat Arab serius dengan embargo ekonomi ini, maka mereka menutup satu jalur yang tidak bisa disentuh oleh Angkatan Laut AS," tulis Maleki melalui akun media sosial pribadinya.
Keputusan penangguhan perdagangan ini terjadi di tengah kebuntuan diplomatik yang berkepanjangan serta ketegangan di Selat Hormuz pasca-berakhirnya batas waktu perundingan internasional tanpa kesepakatan baru antara pihak-pihak terkait.