Penyelenggaraan acara Freedom 250 oleh UFC di kompleks Gedung Putih harus dibayar mahal setelah perusahaan promotor seni bela diri campuran itu menelan kerugian bersih hingga 30 juta dolar AS.
Berdasarkan laporan keuangan TKO Group Holdings pada hari Senin, ajang eksklusif yang dihadiri oleh Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance tersebut memang sudah diprediksi sejak awal bakal mencatatkan defisit anggaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut analisis dari awak media, meskipun pihak promotor harus merugi dalam jumlah besar untuk perhelatan akbar tersebut, eksposur global yang didapatkan justru berbuah manis pada lonjakan pendapatan kuartal kedua secara keseluruhan.
Sebagaimana dijelaskan oleh Chief Financial Officer TKO Group Andrew Schleimer kepada para investor, biaya operasional yang membengkak secara signifikan berhasil ditutupi sebagian melalui penjualan inventaris kemitraan global yang ludes terjual.
Di sisi lain, acara yang bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat ini sukses menarik perhatian sekitar 34 juta penonton di seluruh dunia serta mencatatkan kenaikan pendapatan total UFC sebesar 29 persen.